Skip to main content

Marak Aksi Gangster Remaja, Disdikbud Bengkulu Ingatkan Peran Orang Tua dan Sekolah

Marak Aksi Gangster Remaja, Disdikbud Bengkulu Ingatkan Peran Orang Tua dan Sekolah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Keberadaan kelompok gangster remaja di Kota Bengkulu dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan keresahan yang mendalam di tengah masyarakat. Aksi kekerasan dan kenakalan remaja yang terjadi di jalanan hingga permukiman warga menjadi ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang beraktivitas di luar rumah.

Mirisnya, pelaku aksi gangster tersebut didominasi oleh anak-anak di bawah umur, terutama yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keikutsertaan anak-anak usia dini dalam tindak kekerasan terorganisir ini mencerminkan adanya persoalan serius dalam pengawasan dan pembinaan dari lingkungan keluarga dan sekolah.

Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Ilham Putra, angkat bicara. Ia menekankan pentingnya keterlibatan penuh orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya di luar jam sekolah.

"Orang tua harus benar-benar mengetahui ke mana anak-anak mereka pergi dan dengan siapa mereka bergaul setelah pulang sekolah. Jangan biarkan mereka berkeliaran hingga larut malam tanpa alasan yang jelas. Pengawasan yang ketat dari keluarga merupakan kunci utama mencegah anak-anak terlibat dalam kegiatan yang negatif,” ujar Ilham, Kamis (25/7/2025).

Ilham juga mengimbau seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Bengkulu untuk lebih aktif dan responsif dalam memantau perkembangan peserta didik. Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral dalam membina karakter siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif.

“Kami meminta pihak sekolah tidak hanya fokus pada aspek akademik saja, tetapi juga memperhatikan perilaku dan pergaulan siswa sehari-hari. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membentuk karakter anak menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa permasalahan kenakalan remaja, termasuk keterlibatan dalam kelompok gangster, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan keluarga, sekolah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama menyusun langkah pencegahan yang terintegrasi.

“Pendekatan kita bukan hanya dari sisi pendidikan, tapi juga dari sisi sosial, keamanan, dan keagamaan. Maka kami mengajak semua pihak untuk berperan aktif. Jika masyarakat melihat ada anak-anak nongkrong di luar jam sekolah, apalagi tanpa tujuan jelas, segera laporkan ke pihak yang berwenang. Ini demi keselamatan bersama,” katanya.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor langsung ke Disdikbud Kota Bengkulu jika menemukan anak sekolah yang melakukan aktivitas di luar batas wajar, terutama yang mengarah pada tindakan kriminal atau kekerasan.

Lebih lanjut, Ilham menyebutkan bahwa pengawasan dari masyarakat sekitar sangat penting. Di lingkungan tempat tinggal, tokoh masyarakat dan RT/RW juga diminta untuk aktif dalam memantau aktivitas remaja. Sementara di lingkungan sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK) perlu mengambil peran lebih besar dalam memetakan potensi kenakalan remaja di sekolah masing-masing.

“Sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah menjadi kekuatan utama untuk menekan potensi kenakalan remaja. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar anak-anak yang terlibat dapat diberikan pembinaan yang tepat,” tutupnya.

Fenomena ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak bahwa pendidikan karakter dan pembentukan moral anak-anak harus dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah. Dengan komitmen bersama, diharapkan Kota Bengkulu bisa terbebas dari maraknya aksi gangster remaja dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif bagi generasi muda.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra