Skip to main content

Masalah Klasik TPA Air Sebakul Digarap, Pemkot Turunkan Alat Berat

Masalah Klasik TPA Air Sebakul Digarap, Pemkot Turunkan Alat Berat

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Permasalahan antrean panjang armada pengangkut sampah dan terhambatnya aktivitas pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul, Kota Bengkulu, perlahan mulai menunjukkan titik terang. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan akses jalan menuju zona pembuangan utama yang selama ini menjadi kendala utama operasional.

Pantauan di lapangan menunjukkan, material perkerasan mulai diturunkan ke sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah. Jalan berlumpur dan licin yang sebelumnya kerap menyulitkan truk pengangkut sampah, terutama saat musim hujan, kini mulai ditangani secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat mengurai kemacetan kendaraan serta mempercepat proses bongkar muat sampah di area TPA.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Alias Sakbadi, membenarkan bahwa pekerjaan fisik perbaikan akses tersebut sudah berjalan. Menurutnya, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar aktivitas pengelolaan sampah tetap berlangsung meski di tengah proses perbaikan infrastruktur.

“Perbaikan jalan menuju titik pembuangan di TPA Air Sebakul sudah mulai dikerjakan oleh Dinas PU. Material sudah masuk ke lokasi. Kami meminta pengertian dari para pengelola armada sampah, khususnya kendaraan swasta, agar bersabar selama pengerjaan berlangsung,” ujar Sakbadi, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang rusak selama ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean panjang truk sampah. Kendaraan harus bergerak perlahan, bahkan kerap terjebak di titik tertentu, sehingga menghambat ritme pembuangan dan berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah wilayah kota.

Dengan dimulainya perbaikan akses jalan, Sakbadi optimistis persoalan klasik tersebut dapat diatasi secara bertahap. Ia menilai pembenahan infrastruktur di kawasan TPA merupakan solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.

“Selama ini hambatan utama kita adalah kondisi jalan dan area pembuangan. Jika akses ini sudah memadai, insyaallah permasalahan yang sering terjadi bisa kita atasi. Ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk keberlanjutan pengelolaan sampah ke depan,” katanya.

Meski demikian, Sakbadi mengakui bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam penggunaan alat berat dan pemadatan material jalan.

“Kita sangat berharap cuaca mendukung. Kalau hujan tidak terlalu sering, pekerjaan bisa berjalan maksimal dan sesuai rencana. Ini penting agar target kebersihan kota bisa tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebersihan Kota Bengkulu merupakan komitmen bersama yang terus didorong oleh pimpinan daerah. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta saling mendukung sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

“Kami di DLH tentu berupaya maksimal di sektor pengangkutan dan pengelolaan sampah. Sementara dari sisi infrastruktur, peran Dinas PU sangat krusial. Harapan kita sama, yaitu Kota Bengkulu bersih dan nyaman,” tambah Sakbadi.

Terkait dengan batas waktu penyelesaian proyek perbaikan jalan tersebut, Sakbadi menyebutkan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi ranah teknis Dinas PUPR. Namun demikian, ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin agar aktivitas di TPA kembali normal tanpa kendala berarti.

“Untuk target penyelesaian, secara teknis tentu Dinas PU yang lebih memahami. Yang jelas, harapan kita semua pengerjaan ini bisa rampung dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Dengan adanya perbaikan akses menuju TPA Air Sebakul, Pemerintah Kota Bengkulu berharap sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih lancar, sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait keterlambatan pengangkutan sampah yang selama ini terjadi di sejumlah kawasan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra