Skip to main content

Masjid Al Furqon Masuk 18 Percontohan Nasional, Kebun Dahri Menuju Kampung Religi

Masjid Al Furqon Masuk 18 Percontohan Nasional, Kebun Dahri Menuju Kampung Religi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menggulirkan gagasan menjadikan Kelurahan Kebun Dahri sebagai kawasan “Kampung Religi” pertama di Kota Bengkulu. Rencana tersebut disampaikan saat menghadiri Safari Ramadan malam ke-11 di Masjid Al Furqon, Sabtu (28/2/2026), di hadapan jemaah dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut Dedy, Kebun Dahri dinilai layak menyandang predikat tersebut karena kehidupan keagamaan warganya yang dinilai kuat dan konsisten. Aktivitas ibadah, pengajian, serta keterlibatan generasi muda di masjid menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai religius telah tumbuh dan mengakar di lingkungan tersebut.

“Nuansa keagamaan di sini sangat terasa. Ini menjadi modal besar bagi kita untuk membentuk satu kawasan yang benar-benar mencerminkan kehidupan islami,” ujar Dedy dalam sambutannya.

Penilaian itu semakin menguat setelah Masjid Al Furqon Kebun Dahri ditetapkan sebagai salah satu dari 18 masjid percontohan tingkat nasional oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Status tersebut menunjukkan bahwa tata kelola dan pembinaan kegiatan keagamaan di masjid ini dinilai memenuhi standar pembinaan yang baik secara nasional.

Dengan adanya predikat masjid percontohan tersebut, Dedy pun memberikan tantangan kepada pihak kelurahan agar tidak berhenti pada capaian itu saja. Ia meminta agar semangat religius tidak hanya terpusat di masjid, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat secara menyeluruh.

“Saya beri tantangan kepada lurah, bagaimana Kebun Dahri ini bisa kita tetapkan sebagai Kampung Religi. Tapi kalau sudah menyandang nama itu, harus ada komitmen bersama untuk menjaganya,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa predikat Kampung Religi bukan sekadar simbol atau label administratif. Lebih dari itu, harus ada perilaku dan budaya yang mendukung, mulai dari etika pergaulan hingga cara berpakaian yang mencerminkan nilai kesopanan.

Selain itu, Dedy juga menyoroti persoalan rumah kos yang berada di wilayah tersebut. Ia meminta lurah dan para ketua RT membuat aturan tegas, khususnya bagi kos-kosan putri, agar tidak menerima tamu laki-laki secara bebas. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga marwah kawasan yang tengah diarahkan menjadi lingkungan religius.

“Jangan sampai ada kos putri yang keluar masuk tamu laki-laki tanpa aturan. Kita tidak ingin muncul praktik-praktik menyimpang yang merusak citra lingkungan,” katanya mengingatkan.

Dedy menambahkan, upaya membangun Kampung Religi juga harus dibarengi dengan penguatan kegiatan pembinaan generasi muda. Ia mengapresiasi pengurus Masjid Al Furqon yang aktif menggerakkan Risma (Remaja Islam Masjid) serta melibatkan anak-anak dalam kegiatan mengaji dan aktivitas positif lainnya.

Di Masjid Al Furqon, kata dia, tidak hanya remaja yang aktif, tetapi juga anak-anak yang rutin mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Kondisi ini dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang religius dan berkarakter.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Bengkulu, Dedy menyatakan akan mengarahkan program pembangunan ke wilayah Kebun Dahri apabila seluruh elemen masyarakat sepakat mendukung pembentukan Kampung Religi. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, Dinas Perhubungan juga diminta memperhatikan kebutuhan penerangan jalan agar lingkungan semakin nyaman dan aman, terutama pada malam hari saat aktivitas ibadah berlangsung.

“Kalau kita sepakat menjadikan ini Kampung Religi, tentu pemerintah juga akan memberi dukungan penuh, termasuk pembangunan dan penerangan jalan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu juga menyalurkan bantuan untuk Masjid Al Furqon melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Bengkulu. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan keagamaan dan operasional masjid.

Dengan dukungan masyarakat, pengurus masjid, serta pemerintah daerah, Dedy optimistis Kebun Dahri dapat menjadi contoh kawasan religius di Kota Bengkulu. Ia berharap konsep Kampung Religi tidak hanya menjadi program seremonial, melainkan gerakan bersama yang membentuk karakter masyarakat yang berakhlak dan berdisiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra