TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Puncak peringatan Milad ke-21 SMP IT Iqra Kota Bengkulu berlangsung semarak melalui ajang Sentot Ali Basyah Fair (Sensyafa) 2026. Mengusung tema “Berkarya dan Berakhlak Mulia Menuju Generasi Emas Indonesia”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pendidikan berbasis karakter di Kota Bengkulu.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Ketua Tim Penggerak PKK Diah Fitriani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Ilham Putra, serta Kepala SMP IT Iqra Astuti. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan kuat terhadap kemajuan dunia pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Astuti menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah yang kini telah memasuki usia ke-21 tahun. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, termasuk yayasan, tenaga pendidik, dan orang tua siswa.
“Di usia ke-21 ini, kami kembali mendapatkan perpanjangan akreditasi A secara otomatis dari Badan Akreditasi Nasional. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menjaga kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Alfida yang selama ini memberikan pembinaan dan arahan bagi pengembangan sekolah. Selain itu, Astuti mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap SMP IT Iqra, termasuk dari kalangan pejabat daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam pidatonya mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan SMP IT Iqra. Ia bahkan mengaku secara khusus meluangkan waktu untuk hadir dalam acara tersebut.
“Saya sampai membatalkan agenda lain demi hadir di sini. Ini menunjukkan bahwa SMP IT Iqra memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di Bengkulu. Predikat akreditasi A yang diberikan memang sangat layak,” tegasnya.
Dedy juga memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilai telah berhasil membina siswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan moral. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai, tetapi juga kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar terus mengembangkan keterampilan non-akademik atau soft skill. Kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kerja sama dinilai sangat penting dalam menentukan kesuksesan di masa depan.
“Jangan hanya fokus pada nilai akademik. Kemampuan bersosialisasi juga sangat penting. Orang pintar tanpa kemampuan komunikasi itu seperti masakan tanpa rasa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga mendorong Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kualitas sekolah negeri agar mampu bersaing dengan sekolah swasta. Ia menegaskan bahwa sekolah negeri harus terus berinovasi dan menunjukkan prestasi.
“Sekolah negeri tidak boleh tertinggal. Harus mampu membuktikan bahwa mereka juga bisa mencetak generasi unggul dan berprestasi,” katanya.
Kegiatan Sensyafa 2026 sendiri diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran karya siswa, lomba kreativitas, hingga pertunjukan seni. Seluruh kegiatan dirancang untuk mengasah bakat, kreativitas, serta membangun karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Perayaan Milad ke-21 ini menjadi tonggak penting bagi SMP IT Iqra untuk terus berkembang dan berinovasi. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, SMP IT Iqra menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kota Bengkulu yang siap berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia di masa depan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra