Skip to main content

Nelly Alesa Ajak Orang Tua Dampingi Anak Gunakan Smartphone, Kreativitas Anak RA Diperkuat Lewat Lomba HUT RI ke-81

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menghadiri lomba mewarnai dan lomba tari anak Raudhatul Athfal (RA) yang diselenggarakan KPID Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Agama Kota Bengkulu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi, pengembangan kreativitas anak, sekaligus mengajak orang tua memperkuat pendampingan penggunaan smartphone di era digital.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Kemajuan teknologi digital telah mengubah pola kehidupan masyarakat, termasuk kebiasaan anak-anak dalam menggunakan perangkat elektronik. Di tengah perkembangan tersebut, peran orang tua dinilai menjadi faktor utama dalam memastikan penggunaan smartphone tetap memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, saat menghadiri kegiatan lomba mewarnai dan lomba tari bagi anak-anak Raudhatul Athfal (RA) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung di Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (6/8/2026), dan diikuti antusias ratusan peserta dari berbagai RA di Kota Bengkulu.

Tercatat sekitar 300 anak mengikuti lomba mewarnai, sementara 12 kelompok ambil bagian dalam kompetisi tari yang menampilkan beragam kreasi seni dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Nelly Alesa menilai perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Smartphone kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak, sehingga orang tua harus hadir sebagai pendamping sekaligus pembimbing agar teknologi dimanfaatkan secara positif.

Menurutnya, penggunaan perangkat digital sebaiknya diarahkan untuk mendukung proses belajar, meningkatkan kreativitas, serta memperluas wawasan anak. Namun, ia mengingatkan agar anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk bermain, berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya, dan mengikuti berbagai kegiatan yang mampu mengembangkan kemampuan sosial mereka.

"Pendampingan dari orang tua menjadi kunci agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai media belajar dan berkreativitas. Di sisi lain, anak tetap membutuhkan aktivitas di luar gawai untuk mendukung perkembangan karakter dan kemampuan bersosialisasi," ujar Nelly.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan lomba mewarnai dan tari yang dinilai menjadi wadah positif bagi anak-anak usia dini dalam menyalurkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung berbagai kegiatan edukatif yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, sehat, serta memiliki karakter yang kuat sejak usia dini.

"Kolaborasi seperti ini sangat baik untuk terus dilaksanakan. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka," tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPID Provinsi Bengkulu, Tedi Cahyono, mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital, terutama bagi keluarga yang memiliki anak usia dini.

Ia menegaskan bahwa smartphone bukanlah sesuatu yang harus dijauhi, tetapi penggunaannya perlu diawasi agar anak tidak mudah mengakses konten yang belum sesuai dengan usia mereka.

Menurut Tedi, keterlibatan orang tua dan guru memiliki peranan penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat sehingga anak mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, bukan sekadar hiburan.

"Kami berharap anak-anak tetap memiliki keseimbangan antara penggunaan teknologi, aktivitas belajar, bermain, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Literasi digital harus dimulai dari keluarga," jelasnya.

Tedi menambahkan, lomba mewarnai dan lomba tari tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar KPID Bengkulu bersama Kementerian Agama Kota Bengkulu.

Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 melalui kegiatan Jalan Sehat Anak RA Merah Putih yang akan dipusatkan di Sport Center Kota Bengkulu. Panitia menargetkan sekitar 2.000 peserta, terdiri atas anak-anak RA, guru, serta orang tua.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Nopian Gustari, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara KPID Bengkulu, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan dalam menghadirkan kegiatan yang mendidik sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih kreativitas anak sejak usia dini.

Ia berharap kolaborasi serupa terus berlanjut agar semakin banyak ruang positif yang dapat dimanfaatkan anak-anak dalam mengembangkan kemampuan, karakter, dan semangat kebersamaan di era digital.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi penyiaran, dan keluarga, diharapkan lahir generasi muda Bengkulu yang tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra