Skip to main content

Panen Jagung di Kepahiang Capai 2 Ton, Dorong Ketahanan Pangan Desa Pematang Donok

Panen jagung di Desa Pematang Donok, Kepahiang, menghasilkan 2 ton dari lahan 0,5 hektare. Kegiatan ini menjadi bukti nyata penguatan ketahanan pangan dan sinergi masyarakat dengan aparat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Aktivitas panen jagung berlangsung di Desa Pematang Donok, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa sekaligus menunjukkan hasil kerja keras petani lokal dalam mengelola lahan secara produktif.

Panen tersebut dilakukan di lahan milik salah satu warga bernama Hasen dengan luas sekitar 0,5 hektare. Dari luas lahan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai kurang lebih 2.000 kilogram jagung. Jumlah ini dinilai cukup baik, mengingat kondisi lahan dan faktor cuaca yang turut mempengaruhi produktivitas pertanian.

Hasil panen jagung tersebut rencananya akan dipasarkan melalui Perum Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan distribusi hasil pertanian. Langkah ini juga diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani, sehingga mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi di masa mendatang.

Kegiatan panen tidak hanya dihadiri oleh pemilik lahan, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan aparatur desa. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Desa Pematang Donok, perangkat desa, serta Bhabinkamtibmas yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan pertanian warga.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini menjadi simbol nyata keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, peran polisi di tengah masyarakat juga semakin meluas, termasuk dalam mendampingi aktivitas ekonomi produktif seperti pertanian.

Sekretaris Desa Pematang Donok menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di wilayah tersebut. Dengan kondisi geografis yang mendukung, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan yang ada secara optimal.

“Panen ini menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan yang baik, lahan yang tidak terlalu luas pun bisa menghasilkan produksi yang cukup menjanjikan. Kami berharap ke depan semakin banyak warga yang tertarik untuk mengembangkan pertanian jagung,” ujarnya.

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan aparat keamanan, diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga, perubahan iklim, hingga keterbatasan sarana produksi.

Petani pemilik lahan, Hasen, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Ia berharap hasil tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus menjadi modal untuk musim tanam berikutnya.

“Alhamdulillah hasilnya cukup baik. Semoga ke depan bisa lebih meningkat lagi, apalagi jika ada dukungan tambahan dari pemerintah,” katanya.

Kegiatan panen ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga. Suasana gotong royong terlihat jelas saat proses panen berlangsung, di mana masyarakat saling membantu untuk mempercepat proses pengambilan hasil jagung.

Dengan hasil panen mencapai 2 ton, Desa Pematang Donok menunjukkan potensi besar sebagai salah satu sentra produksi jagung di wilayah Kecamatan Kabawetan. Ke depan, diharapkan adanya peningkatan akses terhadap teknologi pertanian, pupuk, serta pendampingan teknis agar produktivitas semakin meningkat.

Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis desa seperti ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah dinamika ekonomi global. Dengan kolaborasi yang solid antara petani, pemerintah desa, dan aparat, sektor pertanian diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra