Skip to main content

Pembangunan Belungguk Point Capai 96 Persen, Ditarget Rampung Akhir Tahun

Pembangunan Belungguk Point Capai 96 Persen, Ditarget Rampung Akhir Tahun

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Proyek pembangunan Belungguk Point di kawasan Jalan S. Parman, Kota Bengkulu, menunjukkan progres yang semakin signifikan. Pemerintah Kota Bengkulu mencatat, hingga pertengahan Desember, realisasi fisik pembangunan telah mencapai sekitar 96 persen. Dengan capaian tersebut, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi optimistis kawasan ini dapat segera rampung dan diresmikan pada akhir tahun.

Belungguk Point digadang-gadang sebagai ikon baru Kota Bengkulu yang mengusung konsep ruang publik modern, terintegrasi, dan ramah bagi seluruh masyarakat. Kehadirannya diharapkan menjadi magnet baru yang menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, sosial, hingga wisata kota. Tidak heran bila kawasan ini kerap disebut sebagai “Malioboro-nya Bengkulu”, karena desainnya yang terinspirasi dari pusat keramaian populer di Yogyakarta.

Walikota Dedy Wahyudi menjelaskan bahwa Belungguk Point dirancang bukan hanya sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai etalase kebanggaan masyarakat. Konsep yang dibangun memadukan unsur estetika lokal dengan fasilitas modern sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia. “Kita ingin tempat ini menjadi milik semua. Warga bisa beraktivitas dengan nyaman, sambil pelaku usaha memperoleh ruang untuk tumbuh,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama dalam pengembangan kawasan ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. Pemerintah Kota Bengkulu telah menyiapkan sekitar 130 unit tempat usaha yang nantinya akan diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Harapannya, Belungguk Point dapat menjadi sentra UMKM baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan produk khas Bengkulu kepada wisatawan.

Selain sektor ekonomi, ruang kreatif juga menjadi perhatian penting. Kawasan ini dilengkapi panggung terbuka yang dapat dimanfaatkan seniman jalanan, komunitas seni, hingga pelajar untuk menampilkan karya. Pemkot Bengkulu berharap ruang ini dapat menjadi wadah lahirnya kreativitas baru serta menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat kota.

Pada malam hari, Belungguk Point akan menampilkan suasana berbeda melalui tata cahaya artistik. Lampu taman, instalasi bonsai bercahaya, serta sentuhan visual lainnya dirancang untuk menciptakan suasana hangat dan instagramable. Kehadiran pencahayaan ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan lokal maupun dari luar daerah, sekaligus menambah daya tarik wisata malam Kota Bengkulu.

Untuk menghidupkan aktivitas publik secara berkelanjutan, Pemkot Bengkulu merencanakan pelaksanaan Car Free Day setiap Minggu pagi dan Car Free Night setiap malam Minggu di kawasan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang sehat, nyaman, serta ramah keluarga.

Dengan berbagai fasilitas dan program yang dirancang, Belungguk Point diharapkan tidak hanya menjadi ikon fisik baru, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan ruang interaksi sosial masyarakat Bengkulu. Walikota menegaskan, seperti halnya Malioboro di Yogyakarta, Belungguk Point diharapkan mampu menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kota dan warganya. “Kita ingin tempat ini membawa manfaat luas, bukan hanya memperindah kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Pewarta : Agus Faisal 

Editing : Adi Saputra