TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing terus memprioritaskan sektor pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Salah satu fokus utama yang digencarkan adalah pengembangan destinasi unggulan Pantai Panjang, yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menarik wisatawan dalam dan luar daerah.
Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan, berbeda dengan kota-kota besar lain yang memiliki sumber daya alam melimpah seperti tambang, perkebunan skala besar, atau lahan persawahan yang luas, Kota Bengkulu tidak memiliki keunggulan di sektor tersebut. Namun, Bengkulu dianugerahi pesisir indah dengan garis pantai panjang dan panorama laut yang khas, sehingga sektor pariwisata menjadi andalan utama.
“Kenapa Pantai Panjang? Karena kita ini tidak punya tambang, tidak punya sawah atau perkebunan luas. Andalan kita adalah pariwisata. Kalau wisata berkembang, maka uang akan berputar di Bengkulu. Wisatawan menginap di hotel, yang biasanya satu malam bisa jadi dua malam, mereka berbelanja oleh-oleh, makan di restoran, hingga mengikuti berbagai aktivitas. Dari situ lah perputaran ekonomi terjadi,” ujar Dedy, Rabu (—/—/2025).
Untuk memperkuat langkah ini, Wali Kota menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berkontribusi melalui program “Satu OPD, Satu Event Nasional”. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan kalender kegiatan berskala nasional yang rutin, sehingga mampu mendatangkan wisatawan secara berkesinambungan.
“Itu terserah event-nya seperti apa, yang penting skalanya nasional dan mendatangkan orang dari luar daerah. Contohnya Pak Eka, yang berencana mengundang pertemuan rakor inspektur se-Indonesia di Kota Bengkulu. Saat ini kita sedang melobi agar kegiatan itu benar-benar bisa dilaksanakan di sini,” jelasnya.
Dedy optimistis, jika agenda pariwisata dan event besar digelar secara konsisten, citra Kota Bengkulu sebagai destinasi wisata akan semakin dikenal. Dengan begitu, jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Insya Allah, orang-orang akan berdatangan ke Kota Bengkulu, uang berputar, ekonomi kota meningkat, PAD naik, dan masyarakat ikut sejahtera,” tambahnya.
Selain mengandalkan program pemerintah, Dedy juga mengajak peran serta generasi muda, khususnya kalangan milenial, untuk ikut aktif mempromosikan pariwisata Kota Bengkulu. Menurutnya, generasi ini memiliki keunggulan dalam menguasai teknologi digital dan media sosial, yang dapat dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan.
“Milenial ini punya pengaruh besar di media sosial. Mereka bisa mempromosikan keindahan Pantai Panjang atau destinasi lain melalui foto dan video yang diunggah di platform digital. Dampaknya sangat cepat karena jangkauannya luas,” ungkap Dedy.
Tidak hanya sekadar promosi, generasi milenial juga dinilai dapat menjadi agen perubahan positif bagi pengembangan pariwisata. Mereka dapat menginisiasi berbagai kegiatan kreatif, mendorong penerapan konsep wisata berkelanjutan, hingga menciptakan inovasi digital yang mendukung sektor ini.
“Anak muda sekarang punya banyak ide segar. Kita harapkan mereka bisa membantu pemerintah membangun citra positif pariwisata Bengkulu, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga mancanegara,” tutup Dedy.
Pantai Panjang sendiri telah menjadi ikon wisata Kota Bengkulu dengan panorama laut biru, pasir putih, dan garis pantai membentang sejauh sekitar 7 kilometer. Kawasan ini juga memiliki potensi pengembangan wisata olahraga, kuliner, hingga festival budaya. Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda, Pemkot Bengkulu optimistis Pantai Panjang akan menjadi magnet wisata yang mampu menggerakkan roda ekonomi kota secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra