Skip to main content

Pemkot Bengkulu Hadirkan Inovasi dalam Tradisi Takziah Malam ke-3

Pemkot Bengkulu Hadirkan Inovasi dalam Tradisi Takziah Malam ke-3

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berupaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya melalui tradisi takziah malam ke-3 yang kini menjadi program resmi pemerintah kota. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan takziah bukan hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga inovasi pelayanan publik yang langsung dirasakan oleh keluarga yang sedang berduka.

Hal itu disampaikan Dedy saat menghadiri takziah malam ke-3 almarhumah Lilis Suryani binti Zanuar Amri, di Jalan Merpati V, Kelurahan Rawa Makmur, Sabtu malam (27/9/2025). Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut, menurutnya, memberikan makna penting karena pemerintah tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga menyertakan layanan administrasi kependudukan.

“Kita bersyukur, di Kota Bengkulu masih terjaga tradisi baik berupa takziah selama tiga malam berturut-turut. Khusus di malam ketiga, Pemkot hadir sebagai penyelenggara. Ini adalah bentuk kearifan lokal yang kami jadikan bagian dari program pemerintah, bahkan menjadi inovasi dalam pelayanan,” ungkap Dedy.

Ia menjelaskan, melalui program yang diberi nama Three in One, Pemkot Bengkulu membantu keluarga duka dengan mengantarkan langsung dokumen kependudukan yang telah diperbarui. Dokumen tersebut antara lain Kartu Keluarga (KK) yang sudah disesuaikan, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan perubahan status, serta akta kematian. Program ini diharapkan bisa meringankan beban administrasi yang biasanya harus diurus keluarga yang berduka di tengah situasi sulit.

“Jika yang meninggal dunia adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pensiunan, pemerintah juga menyerahkan buku Taspen secara langsung. Dengan begitu, keluarga yang ditinggalkan tidak perlu repot mengurus ke sana-sini,” tambahnya.

Kehadiran Walikota bersama jajaran pejabat Pemkot Bengkulu dalam takziah malam ke-3 tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus dekat dengan masyarakat. Menurut Dedy, langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus dilakukan di kantor pemerintahan, melainkan bisa hadir di tengah-tengah masyarakat sesuai kebutuhan.

Takziah malam ke-3 di kediaman almarhumah Lilis Suryani turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu Dediyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu Bujang HR, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sutapa, Kepala BPBD Kota Bengkulu Will Hopi, serta Karo Umum Pemprov Bengkulu Gunawan. Selain itu, hadir pula pejabat daerah lain seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Tengah, Camat Sungai Serut, Camat Muara Bangkahulu, Lurah Rawa Makmur, Ketua RW, Ketua RT, Ketua LPM, Ketua Adat, hingga jajaran Linmas setempat.

Dedy berharap tradisi takziah yang sudah turun-temurun ini terus terjaga sebagai bagian dari kebersamaan warga. Dengan hadirnya pemerintah, diharapkan semakin memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial. “Inilah wajah Bengkulu yang ingin kita tonjolkan, yakni kebersamaan dalam suka maupun duka. Pemerintah hadir tidak hanya dalam program pembangunan, tetapi juga saat masyarakat berduka,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemkot Bengkulu berharap dapat memberikan contoh pelayanan publik yang humanis, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, inovasi berbasis kearifan lokal ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

Perwarta : Amg

Editing : Adi Saputra