Skip to main content

Pemkot Bengkulu Jaga Stabilitas Pangan, Pengawasan Pasar Ditingkatkan

Pemkot Bengkulu Jaga Stabilitas Pangan, Pengawasan Pasar Ditingkatkan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga sekaligus mengantisipasi terjadinya lonjakan harga yang kerap terjadi pada momen meningkatnya permintaan.

Pengawasan tersebut telah dimulai sejak awal Ramadan dan hingga kini masih terus berlangsung. Setiap hari, tim dari Disperindag Kota Bengkulu diterjunkan ke sejumlah pasar tradisional dan pusat perdagangan utama guna melakukan pemantauan secara langsung di lapangan.

Kegiatan pengawasan tidak hanya difokuskan pada harga, tetapi juga mencakup ketersediaan stok serta kualitas bahan pangan yang dijual oleh para pedagang. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh komoditas yang beredar di pasaran berada dalam kondisi aman, layak konsumsi, serta sesuai dengan standar yang berlaku.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menjelaskan bahwa intensifikasi pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Menurutnya, bulan Ramadan identik dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan rumah tangga. Kondisi ini seringkali memicu potensi kenaikan harga jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat terhadap distribusi dan ketersediaan barang.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan. Setiap hari tim kami turun langsung ke pasar-pasar untuk memantau perkembangan harga, memastikan stok tersedia, serta melihat langsung kondisi barang yang dijual,” ujar Alex Periansyah saat diwawancarai usai menjadi narasumber dalam program podcast di RRI Bengkulu, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan, pemantauan rutin tersebut bertujuan untuk mendeteksi sejak dini jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak sesuai dengan kondisi pasokan, pihaknya akan segera melakukan langkah koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi.

Selain itu, Disperindag juga terus memantau jalur distribusi bahan pangan dari distributor hingga pedagang di pasar. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada hambatan dalam proses distribusi yang berpotensi menyebabkan kelangkaan barang di tingkat konsumen.

Alex menyebutkan bahwa hingga saat ini, secara umum kondisi harga bahan pangan di Kota Bengkulu masih tergolong stabil. Beberapa komoditas memang mengalami fluktuasi harga, namun masih dalam batas yang wajar dan tidak sampai memberatkan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan para pedagang agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dalam menjalankan aktivitas perdagangan. Pedagang diminta untuk menjual barang dengan harga yang wajar serta menjaga kualitas produk yang dipasarkan kepada konsumen.

“Kami mengajak para pedagang maupun distributor untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasar. Jangan sampai ada praktik penimbunan barang ataupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Alex, kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan distributor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pangan di pasaran. Tanpa kerja sama yang baik dari seluruh pihak, upaya menjaga keseimbangan pasar akan sulit tercapai.

Selain melakukan pengawasan langsung di pasar, Disperindag juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau adanya produk pangan yang tidak layak konsumsi.

Pemerintah berharap masyarakat juga turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasar dengan berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin setiap hari, Disperindag Kota Bengkulu optimistis kondisi pasokan bahan pangan akan tetap terjaga hingga menjelang Hari Raya Idulfitri mendatang.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran. Stabilitas harga dan pasokan pangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana Ramadan yang nyaman bagi seluruh warga Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra