TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menunjukkan komitmen penuh dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sejak hari pertama kegiatan, jajaran pemerintah daerah diterjunkan langsung ke sejumlah sekolah guna memastikan seluruh rangkaian MPLS berlangsung sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Atas arahan Wali Kota Bengkulu, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, melakukan pemantauan langsung ke beberapa sekolah. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SMP Negeri 24 Kota Bengkulu untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan tidak ada praktik yang menyimpang dari ketentuan pemerintah, seperti perpeloncoan maupun bentuk kegiatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa. Pemerintah menginginkan MPLS menjadi sarana edukasi yang membangun karakter, memperkenalkan budaya sekolah, serta membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Pemantauan tidak hanya dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Bengkulu. Seluruh camat di wilayah Kota Bengkulu juga mendapat instruksi untuk turun langsung ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerja masing-masing. Langkah ini merupakan bentuk pengawasan terpadu agar pelaksanaan MPLS dapat berjalan serentak, tertib, dan sesuai dengan pedoman yang berlaku.
Melalui keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat kecamatan, Pemkot Bengkulu berharap setiap sekolah memperoleh pendampingan sekaligus pengawasan yang maksimal. Kehadiran pemerintah di lapangan juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan pengenalan sekolah secara profesional.
Asisten I Setda Kota Bengkulu Alex Periansyah menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan sinergi antara pemerintah, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, seluruh persiapan telah dilakukan secara matang sebelum tahun ajaran baru dimulai. Para guru telah memperoleh pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan MPLS sesuai regulasi sehingga seluruh kegiatan dapat berlangsung secara edukatif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
"Kita mempersiapkan ini dengan matang melalui kerja sama antara guru, orang tua, dan semua pihak terkait. Para guru juga sudah dibekali pemahaman agar pelaksanaan MPLS ini benar-benar sesuai aturan, sehingga mampu memastikan dan meyakinkan bahwa siswa baru merasa aman serta nyaman di lingkungan sekolah mereka yang baru," ujar Alex Periansyah.
Ia menambahkan, rasa aman merupakan faktor penting dalam mendukung proses belajar siswa. Ketika peserta didik merasa diterima di lingkungan sekolah, mereka akan lebih mudah beradaptasi, membangun kepercayaan diri, serta menjalin hubungan yang positif dengan guru maupun teman sekelas.
Selain mengenalkan lingkungan fisik sekolah, MPLS juga menjadi momentum untuk memperkenalkan tata tertib, budaya disiplin, nilai-nilai karakter, serta berbagai program pendidikan yang akan dijalani siswa selama menempuh pendidikan.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap seluruh sekolah mampu menjadikan MPLS sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan tanpa adanya tekanan maupun tindakan yang bertentangan dengan prinsip perlindungan anak. Pengawasan yang dilakukan pemerintah juga menjadi langkah preventif untuk mencegah munculnya praktik-praktik yang dapat mencederai dunia pendidikan.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah, pelaksanaan MPLS di Kota Bengkulu diharapkan mampu memberikan pengalaman pertama yang positif bagi seluruh siswa baru. Adaptasi yang berjalan baik sejak hari pertama diyakini akan berdampak pada meningkatnya semangat belajar, kedisiplinan, serta kualitas pendidikan di Kota Bengkulu secara keseluruhan.
Pemkot Bengkulu menegaskan akan terus melakukan monitoring selama pelaksanaan MPLS berlangsung. Evaluasi juga akan dilakukan apabila ditemukan kendala di lapangan sehingga seluruh peserta didik dapat memperoleh haknya untuk belajar dalam suasana yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun intimidasi.
Pewarta : Amg
Editing : Adib Saputra