Skip to main content

Pemkot Bengkulu Perketat Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Belungguk Point

Pemkot Bengkulu Perketat Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Belungguk Point

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata terus dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penataan pengelolaan sampah di kawasan wisata Belungguk Point, yang belakangan menjadi sorotan akibat meningkatnya volume sampah dari aktivitas pengunjung dan pelaku usaha.

Melalui sinergi antara Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Bengkulu mengambil langkah tegas untuk memastikan kawasan wisata tersebut tetap bersih, tertib, dan layak dikunjungi. Penanganan sampah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kesadaran pelaku UMKM hingga pengelolaan teknis di lapangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, mengatakan bahwa persoalan kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas kawasan wisata, khususnya pelaku UMKM, memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami menegaskan kepada para pelaku UMKM agar bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan di masing-masing stand. Kebersihan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga faktor utama yang menentukan keberlangsungan usaha dan citra kawasan wisata,” ujar Nelawati.

Ia menjelaskan, tumpukan sampah sisa makanan dan kemasan plastik yang dihasilkan dari kegiatan jual beli maupun kunjungan wisatawan menjadi tantangan utama. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan minat pengunjung serta merusak estetika kawasan Belungguk Point.

Sebagai langkah nyata, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu kini melakukan pengelolaan sampah secara rutin dan terjadwal. Petugas kebersihan dikerahkan untuk memastikan sampah di kawasan wisata dapat terangkut dan tertangani dengan baik setiap harinya.

Dalam pelaksanaannya, diterapkan mekanisme jasa kebersihan dengan nominal Rp2.000 bagi setiap pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut. Iuran ini disepakati sebagai bentuk partisipasi bersama dalam mendukung sistem kebersihan yang berkelanjutan.

“Dana yang terkumpul dari iuran kebersihan sepenuhnya digunakan untuk operasional pengangkutan sampah dan pengelolaan limbah secara berkala. Ini bukan pungutan semata, tetapi bentuk tanggung jawab kolektif demi lingkungan yang bersih,” jelas Nelawati.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Bengkulu juga terus melakukan edukasi kepada pelaku UMKM dan pengunjung agar membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama keberhasilan penataan kawasan wisata.

Dengan sistem pengelolaan kebersihan yang lebih terstruktur dan dukungan semua pihak, Pemkot Bengkulu berharap Belungguk Point dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Kawasan yang bersih, nyaman, dan tertata rapi diyakini mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM lokal.

Ke depan, Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar kebijakan kebersihan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra