TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu tengah mematangkan persiapan menyambut wajah baru kota melalui pelaksanaan dua agenda besar, yakni Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) yang akan digelar di kawasan Belungguk Point. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot dalam memperkenalkan kawasan publik terbaru yang digadang-gadang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Bengkulu.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing secara resmi mengagendakan pelaksanaan Car Free Night pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan Car Free Day pada Minggu pagi, 28 Desember 2025. Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di kawasan Belungguk Point, yang membentang dari Simpang Lima hingga Simpang Skip.
Belungguk Point sendiri dirancang sebagai ruang terbuka publik dengan konsep estetika modern yang memadukan keindahan tata kota, ruang aktivitas warga, serta potensi ekonomi kreatif. Kehadiran kawasan ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah Kota Bengkulu, tetapi juga menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, pelaksanaan CFN dan CFD bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih aktif berolahraga sekaligus menikmati ruang kota yang ramah dan nyaman.
“CFN dan CFD ini kami rancang sebagai ruang kebersamaan masyarakat. Selain mendorong gaya hidup sehat, ini juga menjadi ajang silaturahmi serta sarana memperkenalkan wajah baru Kota Bengkulu yang kini semakin tertata dan indah,” ujar Dedy, Rabu (24/12).
Tak hanya fokus pada aktivitas olahraga dan hiburan, Pemkot Bengkulu juga menjadikan momentum ini sebagai sarana penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah menghadirkan Kampung Digital, sebuah wadah khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka secara lebih modern.
Pemkot Bengkulu bekerja sama dengan Bank Bengkulu memastikan seluruh transaksi UMKM di kawasan tersebut menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS. Langkah ini diambil sebagai bentuk edukasi sekaligus transformasi digital bagi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
“Kami ingin UMKM Bengkulu naik kelas dan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan sistem transaksi non-tunai, pengunjung juga merasa lebih aman dan nyaman tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar,” tambah Dedy.
Pemerintah Kota Bengkulu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut hadir dan memeriahkan pelaksanaan CFN dan CFD perdana di Belungguk Point. Selain itu, Pemkot juga memohon doa dan dukungan agar proses peresmian kawasan tersebut dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Melihat tingginya antusiasme warga Bengkulu terhadap kegiatan olahraga dan ruang publik, pelaksanaan CFD di lokasi baru ini diprediksi akan menjadi pusat keramaian baru yang memberi dampak positif, baik dari sisi sosial, kesehatan, maupun pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra