Skip to main content

Pemkot Bengkulu Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik Melalui Program Takziah Keliling

Pemkot Bengkulu Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik Melalui Program Takziah Keliling

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang humanis dan dekat dengan masyarakat, terutama pada momen-momen paling berat dalam kehidupan warganya. Hal ini diwujudkan melalui program unggulan “Takziah Keliling” yang dikenal dengan layanan “3 in 1” dan “4 in 1”, sebuah terobosan yang mempermudah keluarga duka dalam urusan administrasi sekaligus menghadirkan empati pemerintah di tengah warga.

Program yang telah berjalan selama enam tahun ini menjadi perhatian nasional, hingga menarik kunjungan Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda Pandapotan Pasaribu. Kehadirannya secara langsung di lapangan menunjukkan apresiasi sekaligus memastikan bahwa pelayanan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam salah satu kegiatan takziah, Walikota Bengkulu Dedy yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Walikota menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian pemerintah. Saat menghadiri takziah di rumah duka almarhum Suprapto bin Hasan di Kecamatan Muara Bangkahulu pada Selasa malam (02/12), ia menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan hanya saat masyarakat membutuhkan dokumen, tetapi juga saat mereka kehilangan anggota keluarga.

“Kita lelah bekerja, tapi ingin menghibur keluarga yang sedang berduka. Kita hadir malam ini. Insyaallah ini bernilai pahala untuk kita semua,” ujar Dedy dalam kesempatan tersebut. Ia menambahkan bahwa seluruh proses administrasi seperti pengurusan akta kematian hingga dokumen pelengkap lainnya kini tidak lagi dibebankan kepada keluarga.

“Di Kota Bengkulu tak usah repot-repot, biar kami yang mengurus,” tegasnya. Pernyataan ini bukan sekadar janji. Setiap hari, tim Pemkot bersama para Kepala OPD turun langsung menyambangi antara enam hingga tujuh rumah duka. Selain membawa dukungan moril, tim turut memastikan seluruh proses administrasi berjalan cepat, tepat, dan tanpa biaya.

Dedy mengungkapkan bahwa banyak warga merasa terbantu dan terhibur dengan kehadiran pemerintah di tengah kesedihan mereka. “Alhamdulillah, warga yang kami datangi merasa terhibur. Intinya, pemerintah tidak hanya hadir saat senang, tapi juga ketika warganya bersedih dan membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan pelayanan pada keluarga duka, Pemkot Bengkulu juga memperhatikan kesejahteraan para Ketua RT sebagai garda terdepan di lingkungan masyarakat. Pemkot memastikan seluruh Ketua RT telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan. Bila seorang Ketua RT meninggal dunia, keluarga akan mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan, sebuah bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama melayani warga.

Kunjungan Sekjen Ombudsman RI dalam kegiatan takziah keliling ini menegaskan bahwa program yang dijalankan Pemkot Bengkulu dinilai efektif dan akuntabel. Kehadiran lembaga pengawas pelayanan publik tersebut menjadi bukti bahwa inovasi-inovasi pro-rakyat yang dilakukan Pemkot Bengkulu berjalan di jalur yang benar. Dengan program yang terus diperkuat, Pemkot berharap pelayanan publik di Kota Bengkulu semakin manusiawi, responsif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pewarta  : Amg

Editing ; Adi Saputra