Skip to main content

Pemprov Bengkulu Percepat Solusi Irigasi Program Cetak Sawah, Ribuan Hektare Lahan Baru Siap Tingkatkan Ketahanan Pangan

Pemprov Bengkulu mengevaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 dan mempercepat penyelesaian masalah irigasi. Ribuan hektare lahan baru disiapkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui Program Cetak Sawah Rakyat. Selain mengevaluasi capaian program tahun 2025, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada penyelesaian persoalan irigasi yang masih menjadi kendala utama pemanfaatan lahan pertanian baru di sejumlah wilayah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga unsur TNI yang selama ini terlibat dalam pengawalan program ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan laporan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, daerah ini memperoleh alokasi Program Cetak Sawah Rakyat seluas 2.200 hektare pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki dokumen Survey Investigasi dan Desain (SID) yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan. Sementara itu, sekitar 861,9 hektare telah memasuki tahap konstruksi.

Perkembangan program menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Sejumlah kawasan cetak sawah bahkan sudah berhasil dimanfaatkan petani untuk kegiatan budidaya padi. Tercatat sekitar 319,9 hektare lahan yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong telah memasuki fase tanam hingga panen.

Meski demikian, rapat evaluasi juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang harus segera dituntaskan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah kondisi lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong.

Di kawasan tersebut, sekitar 572 hektare lahan yang telah dicetak belum dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan pasokan air. Infrastruktur irigasi yang belum sepenuhnya berfungsi membuat petani belum dapat melakukan pengolahan lahan dan penanaman secara berkelanjutan.

Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa keberhasilan program cetak sawah tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat.

Menurutnya, persoalan ketersediaan air harus segera mendapatkan solusi konkret agar investasi pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian dapat memberikan manfaat nyata bagi petani.

“Lahan sawah yang sudah selesai dicetak harus bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai upaya yang sudah dilakukan menjadi kurang optimal hanya karena persoalan irigasi belum terselesaikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mencari solusi terbaik,” ujar Herwan.

Ia meminta seluruh pihak terkait meningkatkan koordinasi dan mempercepat langkah teknis di lapangan. Pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis, hingga unsur TNI diharapkan dapat bersinergi dalam memastikan pasokan air dapat menjangkau seluruh area pertanian yang telah dikembangkan.

Herwan menjelaskan bahwa berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun kondisi geografis dan kontur lahan di beberapa lokasi membutuhkan kajian teknis lebih lanjut agar distribusi air dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kabar baiknya, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan yang akan mendukung sistem irigasi di kawasan cetak sawah tersebut.

Sementara itu, perwakilan Kodim yang hadir dalam rapat menyatakan kesiapan untuk mendukung percepatan penyelesaian permasalahan di lapangan. Mereka menilai keterlibatan tenaga ahli hidrologi serta penerapan sistem perpipaan yang tepat menjadi faktor penting agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi geografis wilayah.

Selain membahas capaian tahun berjalan, rapat juga mulai mempersiapkan program pengembangan sawah tahun 2026. Bengkulu mendapatkan sinyal positif dari Kementerian Pertanian berupa indikasi alokasi cetak sawah baru seluas 5.000 hingga 6.000 hektare.

Saat ini pemerintah daerah masih menunggu usulan lokasi dari pemerintah kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan Survey Investigasi dan Desain. Langkah tersebut menjadi tahapan awal sebelum pembangunan lahan pertanian baru dapat dilaksanakan.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya mampu menambah luas areal pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pangan, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan di Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra