Skip to main content

Pemprov Bengkulu Perketat Verifikasi 733 Gerai Kopdes Merah Putih

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni membuka Rapat Koordinasi Persiapan Verifikasi dan Validasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Hotel Grage Horizon, Kota Bengkulu, Jumat (2/10/2026). Pemprov Bengkulu meminta proses pemeriksaan dilakukan secara objektif dan berintegritas sebelum gerai mulai beroperasi.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menyiapkan tahapan akhir sebelum Gerai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di berbagai daerah dapat difungsikan. Pemerintah daerah menilai pemeriksaan kondisi bangunan dan kelengkapan administrasi menjadi bagian penting untuk memastikan gerai siap digunakan.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Verifikasi dan Validasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Hotel Grage Horizon, Kota Bengkulu, Jumat (2/10/2026).

Rapat koordinasi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. Pertemuan itu juga diikuti Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Prof. Ambar Pertiwi Ninggrum, serta para sekretaris daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.

Dalam forum tersebut, pemerintah menyusun kesiapan teknis agar proses verifikasi dan validasi di lapangan dapat berjalan secara seragam. Pemeriksaan nantinya tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga mencermati dokumen serta data yang berkaitan dengan pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih.

Herwan Antoni menjelaskan, verifikasi dan validasi menjadi tahapan yang harus dilalui sebelum gerai dinyatakan siap beroperasi. Karena itu, tim yang ditugaskan di masing-masing daerah diminta melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurut Herwan, pengecekan sejak awal penting untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih mungkin ditemukan. Dengan demikian, pemerintah daerah mempunyai kesempatan melakukan pembenahan sebelum fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan koperasi di tingkat desa.

“Yang kita cek bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga data dan dokumen yang berkaitan dengan proses pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih,” kata Herwan.

Ia secara khusus mengingatkan tim verifikasi agar menjaga integritas selama menjalankan tugas. Setiap hasil pemeriksaan, kata dia, harus disampaikan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Herwan meminta tidak ada persoalan yang sengaja disembunyikan dalam proses pemeriksaan. Transparansi diperlukan agar setiap kekurangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Proses verifikasi dan validasi harus dilakukan dengan integritas. Jangan sampai ada hal yang ditutup-tutupi ketika pengecekan dilakukan,” tegasnya.

Pemprov Bengkulu juga memaparkan perkembangan pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih di wilayah provinsi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, terdapat 733 unit bangunan yang menjadi target penyelesaian pada 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 607 unit atau sekitar 82,8 persen telah selesai dibangun 100 persen. Sementara itu, 124 unit lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan.

Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena penyelesaian konstruksi perlu berjalan beriringan dengan persiapan operasional. Artinya, gerai yang telah selesai secara fisik belum cukup hanya dinyatakan siap, tetapi juga perlu melewati pemeriksaan terhadap sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta tim teknis menjadi bagian penting dalam tahapan tersebut. Pemerintah berharap proses pemeriksaan dapat menghasilkan data yang akurat mengenai kondisi setiap gerai.

Pemprov Bengkulu selanjutnya mendorong daerah untuk mempercepat penyelesaian unit yang masih dalam pengerjaan. Pada saat yang sama, proses verifikasi terhadap bangunan yang telah selesai diharapkan dapat dilakukan secara cermat dan terdokumentasi.

Keberadaan Gerai Kopdes Merah Putih diarahkan menjadi bagian dari penguatan aktivitas koperasi di tingkat desa. Karena itu, kesiapan fasilitas sejak awal menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah agar operasional koperasi dapat berjalan sesuai ketentuan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemprov Bengkulu ingin memastikan proses menuju pengoperasian Gerai Kopdes Merah Putih tidak hanya mengejar target jumlah bangunan, tetapi juga memperhatikan kualitas, kelengkapan administrasi, serta hasil pemeriksaan di lapangan.

Dengan verifikasi dan validasi yang dilakukan secara objektif, berbagai kekurangan diharapkan dapat diketahui sebelum gerai mulai digunakan. Pemerintah daerah pun memiliki dasar yang lebih jelas untuk melakukan perbaikan terhadap unit yang belum memenuhi persyaratan.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ratusan Gerai Koperasi Desa Merah Putih yang dibangun di Provinsi Bengkulu benar-benar memiliki kesiapan yang diperlukan sebelum masuk ke tahap operasional.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra