Skip to main content

Pergelaran Seni Warisan Budaya Rejang Lebong: Meriah dan Membanggakan!

Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, Resmi Buka perhelatan megah yang menghormati kekayaan seni dan warisan budaya tak benda.di Gedung pola Pemkab Rejang Lebong.Minggu (17/12)(ft : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Gedung pola Pemkab Rejang Lebong menjadi saksi perhelatan megah yang menghormati kekayaan seni dan warisan budaya tak benda (WBTB) daerah tersebut. Dibuka oleh Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, pentas spektakuler ini menghadirkan keindahan dari tiga tarian tradisional yang memukau.

Sanggar Keromong 12 Desa Tanjung Sanai, PUT, menampilkan Tari Senjang dan Tari Layang-Layang Mandi, sementara Sanggar Bumei Pat Petulai Curup memukau dengan Tari Manem, Nyambei, serta persembahan gitar tunggal yang memukau.

Kemeriahan acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Kepala Bappeda Khirdes Lapendo Pasju, Ketua TP.PKK Hj. Hartini Syamsul Effendi, S.Sos, M.Si, kepala sekolah SD dan SMP, budayawan, penggiat seni, dan juga Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu – Lampung, Nurmatias.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya melestarikan keberagaman budaya Rejang Lebong, yang menjadi kekayaan tak ternilai. "Keberagaman inilah yang membuat budaya di Rejang Lebong semakin berwarna. Sehingga warisan budaya bukan benda seperti sastra lisan rejung atau nyambei, tari, dan musik tradisi ini perlu dilestarikan," ujarnya dengan penuh semangat.

Bupati juga mengusulkan pergelaran seni ini menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan secara rutin. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pertumbuhan dan perkembangan warisan budaya tak benda ini tetap terjaga di kalangan masyarakat.

Dalam pandangan Kadis Dikbud, Rezza Pahlevie, SH, pergelaran seni WBTB menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian seni lokal. Salah satunya dengan mengintegrasikan kegiatan ini dalam ekstrakurikuler di sekolah SD-SMP, sehingga nilai-nilai warisan ini dapat diwariskan kepada generasi muda.

Menurut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu – Lampung, Nurmatias, Rejang Lebong memiliki beragam warisan budaya tak benda yang patut dijaga. Ia menyoroti pentingnya pendaftaran warisan ini di Kementerian Kebudayaan agar tidak diklaim oleh daerah lain.

Pentas tari senjang dan tari layang-layang mandi dari Sanggar Keromong 12 Desa Tanjung Sanai, PUT, berhasil menarik perhatian dengan keunikan gerakan dan pesan yang disampaikan. Sementara Sanggar Bumei Pat Petulai Curup menghadirkan keindahan dalam tari manem yang mengisahkan proses pembuatan anyaman, dilengkapi dengan sastra lisan nyambei dan sentuhan gitar tunggal yang memesona.

Dengan semaraknya pergelaran seni ini, masyarakat Rejang Lebong semakin yakin bahwa keberadaan warisan budaya tak benda mereka layak dijaga dengan penuh kebanggaan.

Pewarta : Gunawan 

Editing : Adi Saputra