TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Dengan balutan suasana yang sederhana namun penuh keteduhan, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan pesan spiritual yang sarat makna kepada peserta Retreat Merah Putih (RMP) Kelompok 5. Kegiatan yang berlangsung pada waktu subuh di Masjid Nurul Islam itu menjadi momen reflektif bagi para peserta yang tengah mengikuti pembinaan karakter dan penguatan nilai kebangsaan.
Kelompok 5 Retreat Merah Putih dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg. Edriwan Mansyur. Dalam kunjungannya, Gubernur Helmi Hasan tidak sekadar hadir sebagai pemimpin daerah, tetapi juga sebagai sosok yang mengajak peserta merenungi kembali hakikat iman dan peran manusia dalam berbuat kebaikan.
Dalam arahannya, Helmi Hasan menegaskan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan manusia—apa pun profesinya, baik sebagai aparatur sipil negara, pedagang, tenaga kesehatan, maupun profesi lainnya—bermuara pada satu sumber utama, yakni keimanan yang kokoh kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Menurutnya, tanpa iman yang kuat, amal kebajikan mudah goyah dan kehilangan makna.
Gubernur menjelaskan bahwa iman tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang disebut hijrah. Hijrah dimaknai sebagai keberanian meninggalkan hal-hal yang dicintai demi menggapai rida Allah dan kebahagiaan di akhirat. Ia mencontohkan perjalanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat sebagai teladan utama perubahan besar yang berawal dari hijrah.
“Hijrah itulah fondasi perubahan. Dari sanalah iman tumbuh, dan dari iman itulah amal kebaikan mengalir tanpa henti,” ujar Helmi Hasan. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.
Kunjungan subuh itu menjadi penyemangat tersendiri bagi peserta Retreat Merah Putih yang telah beberapa hari menjalani rangkaian kegiatan pembinaan rohani, penguatan integritas, dan pengasahan kepekaan sosial. Retreat Merah Putih sendiri dirancang sebagai wadah perenungan bagi aparatur pemerintahan lintas perangkat daerah agar kembali meluruskan niat pengabdian, memperdalam nilai spiritual, serta menumbuhkan empati terhadap masyarakat.
Ketua Kelompok 5, drg. Edriwan Mansyur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kelompok yang ia pimpin terdiri dari 18 peserta, dengan rincian 13 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan lima orang dari Dinas Lingkungan Hidup. Ia menilai Retreat Merah Putih memberikan dampak positif yang sangat besar bagi seluruh peserta.
“Retreat ini membuka wawasan spiritual kami. Iman dan takwa semakin meningkat, semangat beramal tumbuh, dan banyak nilai sunah yang kembali kami pelajari,” ungkap Edriwan.
Ia juga mengaku mengalami refleksi pribadi yang mendalam selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, iman seseorang bisa mengalami pasang surut, dan ketika iman melemah, maka kualitas amal pun ikut menurun.
“Kami diingatkan agar tidak egois dalam berdoa dan beramal. Bukan hanya memikirkan keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga memikirkan kebaikan seluruh umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,” tuturnya dengan penuh keharuan.
Di tengah cahaya pagi yang perlahan merekah, pesan-pesan tersebut tertanam kuat di hati para peserta. Kehadiran Gubernur Helmi Hasan di Masjid Nurul Islam bukan hanya mempererat kedekatan pemimpin dengan aparatur, tetapi juga menegaskan bahwa kepemimpinan sejati berawal dari iman, keikhlasan, serta keberanian untuk berhijrah menuju kebaikan yang hakiki.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra