TEROPONGPUBLIK.CO.ID>><< Pj Bupati Bengkulu Tengah Dr. Heriyandi Roni, M.Si bersama jajaran pejabat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melalui platform zoom di Ruang Rapat Bupati (RRB), pada hari Rabu (29/02/2024).
Rakor tersebut dipimpin oleh Inspektorat Jenderal Kemendagri, Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si. Hadir dalam rakor ini para Menteri/Kepala Negara Pemerintah non Pemerintah, Gubernur, Bupati, Walikota dari seluruh Indonesia, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Tomsi Tohir mengungkapkan harapannya agar data terkini dari deputi statistik mampu memberikan gambaran yang jelas, memungkinkan untuk merumuskan langkah-langkah persiapan menghadapi bulan suci Ramadhan yang tinggal 2 minggu lagi.

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, memaparkan data terkait tinjauan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat bulan Februari 2024. Berdasarkan data SP2KP dari tanggal 19 hingga 23 Februari, terlihat bahwa secara nasional jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH pada minggu keempat meningkat menjadi 222 Kabupaten/Kota. Provinsi Bengkulu, khususnya Kaur, menempati peringkat ke-4 dari 10 Kabupaten/Kota dengan kenaikan IPH tertinggi, yakni sebesar 5.79%.
Komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan IPH di wilayah Sumatera antara lain adalah Cabai Merah, Daging Sapi, dan Daging Ayam Ras di Kaur (5.79%); Cabai Merah, Daging Ayam Ras, dan Beras di Seluma (4.36%); serta Cabai Merah, Cabai Rawit, dan Beras di Rejang Lebong (4.35%).

Di Sumatera, 84.96% Kabupaten/Kota mengalami kenaikan IPH tertinggi, dengan Aceh Selatan menjadi yang teratas dengan nilai IPH mencapai 6.65%. Perkembangan harga beras secara nasional juga menunjukkan kenaikan sebesar 5.44% pada minggu keempat Februari, dengan harga rata-rata mencapai Rp. 15.387. Sementara itu, harga cabai merah naik 7.63% dengan harga rata-rata Rp. 57.521. Disparitas harga cabai merah cukup besar, dimana 44% wilayah di Indonesia memiliki harga yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Rapat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi inflasi serta strategi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi oleh daerah-daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.
Pewarta : Rizon
Editing : Adi Saputra