TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung di Jakarta pada 28–29 September 2025. Kehadirannya menjadi sorotan publik karena menandai upaya mempererat komunikasi politik antara pemerintah dengan PKS yang selama ini berada di luar koalisi pemerintahan.
Prabowo datang didampingi sejumlah menteri serta para pimpinan partai politik. Kehadirannya disambut hangat oleh jajaran pengurus pusat PKS dan ratusan kader yang hadir. Dalam sambutannya, Prabowo secara terbuka menyinggung perjalanan politiknya bersama PKS, khususnya pada dua pemilihan presiden sebelumnya.
“PKS ini selalu bersama saya, dua kali ikut saya kalah. Pas saya menang, PKS tidak ikut. Tapi tidak apa-apa, kita harus dewasa berpolitik. Maka saya ajak PKS bersama-sama saya membangun bangsa dan negara,” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan para peserta.
Ucapan tersebut dianggap sebagai sinyal rekonsiliasi politik yang penting, terutama dalam upaya membangun komunikasi antara pemerintah dengan partai-partai di parlemen. Prabowo menekankan bahwa perbedaan politik seharusnya tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian awal pemerintahannya sejak dilantik sebagai Presiden pada 2024. Ia menegaskan komitmennya untuk menindak tegas mafia di sektor pertambangan dan distribusi pupuk yang selama ini merugikan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari visi pemerintahan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat.
“Pemerintah akan terus melakukan pembenahan. Mafia tambang, mafia pupuk, semua akan kita berantas. Negara ini harus hadir untuk melindungi rakyat, bukan malah merugikan mereka,” tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyampaikan permintaan maaf kepada anggota dewan dari PKS maupun partai lain terkait kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan kunjungan kerja dan forum diskusi. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut perlu diambil agar anggaran negara lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya juga meminta maaf kepada saudara-saudara, saya kurangi kunker dan FGD, anggarannya dialihkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Pernyataan itu menunjukkan sikap hati-hati pemerintah dalam mengelola fiskal, sekaligus menegaskan orientasi kebijakan yang pro-rakyat.
Kehadiran Presiden Prabowo di forum besar PKS tersebut dinilai memiliki arti penting dalam konstelasi politik nasional. Pengamat politik menilai bahwa ajakan Prabowo kepada PKS untuk ikut serta membangun bangsa merupakan langkah strategis yang berpotensi membuka ruang kolaborasi di masa depan, baik dalam hal kebijakan maupun dukungan parlemen.
Bagi PKS, momentum Munas VI tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga ajang menunjukkan sikap politik mereka di hadapan publik dan pemerintah. Sambutan hangat terhadap kehadiran Presiden menjadi bukti bahwa komunikasi lintas partai masih terbuka lebar, meski berbeda posisi dalam kontestasi politik sebelumnya.
Dengan ajakan ini, publik menunggu apakah PKS akan merespons secara positif dan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan pemerintahan Prabowo ke depan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra