Skip to main content

Program Senabung, Wujud Kepedulian Sosial Pemprov Bengkulu

Program Senabung, Wujud Kepedulian Sosial Pemprov Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat melalui program Sedekah Seribu Nasi Bungkus atau yang dikenal dengan Senabung.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di Masjid Baitul Hijah, yang berada di lingkungan perkantoran Pemerintah Provinsi Bengkulu. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan unsur masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Pelaksanaan Senabung dikoordinasikan oleh pengurus Masjid Baitul Hijah bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu. Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu turut dilibatkan dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik melalui dukungan logistik, partisipasi pegawai, maupun kontribusi dana sedekah.

Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Sasaran penerima Senabung meliputi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswa, serta masyarakat umum yang membutuhkan. Setiap Jumat, ratusan nasi bungkus disiapkan dan dibagikan secara tertib setelah pelaksanaan ibadah salat Jumat maupun pada jam-jam tertentu sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh panitia.

Pengurus Masjid Baitul Hijah menyampaikan bahwa Senabung tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya kepedulian dan kebersamaan. Melalui program ini, setiap pihak diajak untuk ikut berbagi sesuai kemampuan, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, BAZNAS Provinsi Bengkulu berperan dalam memastikan bahwa pengelolaan dana sedekah berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Seluruh dana yang terkumpul digunakan untuk pengadaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian nasi bungkus kepada penerima. Sinergi antara BAZNAS dan pengurus masjid dinilai sangat penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan para donatur.

Keterlibatan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadi salah satu kekuatan utama dalam keberlangsungan program Senabung. Setiap OPD secara bergiliran berkontribusi, baik dalam bentuk donasi maupun dukungan tenaga. Para aparatur sipil negara (ASN) diharapkan tidak hanya berperan sebagai birokrat, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.

Program Senabung juga memiliki nilai edukatif, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang menjadi salah satu kelompok penerima. Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk memahami arti berbagi, empati, dan solidaritas sosial. Selain menerima manfaat berupa makanan, mereka juga dapat melihat langsung bagaimana kerja sama antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan solusi sederhana namun bermakna bagi persoalan sosial.

Di sisi lain, masyarakat umum yang menerima manfaat Senabung merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian warga, nasi bungkus yang dibagikan bukan sekadar makanan, tetapi juga bentuk perhatian dan kepedulian yang memberi semangat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap program Senabung dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang. Tidak menutup kemungkinan jumlah nasi bungkus yang dibagikan akan ditingkatkan, seiring dengan bertambahnya partisipasi dari berbagai pihak.

Selain itu, jangkauan penerima juga diupayakan semakin luas agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Melalui program Sedekah Seribu Nasi Bungkus, Pemprov Bengkulu ingin menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kuatnya rasa kepedulian sosial. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Senabung diharapkan menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan Bengkulu yang lebih peduli, humanis, dan berkeadilan sosial.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra