Skip to main content

Ramadan Ternoda, Mesin Air WC Pantai Panjang Bengkulu Digondol Maling

Satu unit mesin air di fasilitas WC umum kawasan Pantai Panjang Bengkulu dilaporkan hilang dicuri. Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menyayangkan aksi tersebut dan akan melaporkan ke pihak kepolisian.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya satu unit mesin air pada fasilitas WC umum di kawasan Pantai Panjang. Aksi pencurian tersebut dinilai merugikan masyarakat karena fasilitas itu disediakan untuk menunjang kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata andalan Kota Bengkulu tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan bahwa mesin air yang hilang merupakan bagian dari fasilitas pendukung bagi wisatawan yang memanfaatkan gazebo gratis di sepanjang kawasan Pantai Panjang.

Menurutnya, keberadaan WC umum dan mesin air tersebut sangat penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung, terutama saat kawasan pantai ramai dikunjungi masyarakat.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Apalagi terjadi di bulan Ramadan. Sangat disayangkan masih ada oknum yang tega merusak dan mengambil aset pemerintah yang sebenarnya diperuntukkan bagi kepentingan bersama,” kata Nina, Senin (9/3/2026).

Nina menjelaskan, aksi pencurian tersebut diduga tidak terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, beberapa hari sebelumnya sempat terjadi upaya perusakan pada pintu bangunan WC umum di lokasi tersebut.

Sekitar tiga hari lalu, ada oknum yang mencoba mendobrak pintu fasilitas WC. Akibatnya, pintu sempat mengalami kerusakan. Namun pada saat itu, mesin air masih berada di tempat dan belum hilang.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak Dinas Pariwisata langsung memberikan instruksi kepada penjaga fasilitas di kawasan pantai untuk meningkatkan kewaspadaan. Penjaga diminta rutin melakukan pemantauan agar tidak terjadi aksi perusakan atau pencurian.

Namun, upaya pengawasan tersebut ternyata belum mampu mencegah kejadian pencurian. Pada hari ketiga setelah insiden perusakan pintu, mesin air yang berada di dalam fasilitas WC dilaporkan sudah tidak ada lagi.

“Saya menerima laporan pagi tadi bahwa mesin airnya sudah hilang. Jumlahnya satu unit,” ungkap Nina.

Kehilangan mesin air tersebut berdampak langsung terhadap fungsi fasilitas WC umum di kawasan Pantai Panjang. Tanpa mesin air, suplai air menjadi terganggu sehingga pengunjung tidak dapat menggunakan fasilitas tersebut secara optimal.

Padahal, pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana wisata demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang.

Pantai Panjang sendiri merupakan salah satu destinasi wisata utama di Kota Bengkulu yang setiap hari ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan, libur panjang, dan selama bulan Ramadan.

Karena itu, Nina menilai tindakan pencurian terhadap fasilitas umum sangat merugikan banyak pihak. Selain menyebabkan kerugian bagi pemerintah daerah, perbuatan tersebut juga mengurangi kenyamanan pengunjung.

Ia juga mengingatkan bahwa fasilitas yang disediakan pemerintah merupakan milik bersama yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu memastikan tidak akan tinggal diam. Pemerintah kota berencana melaporkan kasus pencurian ini kepada pihak kepolisian agar pelaku dapat segera ditangkap.

Nina mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah untuk membuat laporan resmi. Hanya saja, proses pelaporan sempat tertunda karena adanya agenda rapat dinas.

Meski demikian, ia telah menginstruksikan penjaga fasilitas untuk bersiap mendampingi pihak dinas dalam proses pelaporan ke kantor polisi.

“Hari ini sebenarnya kami sudah berencana melapor ke polisi. Tadi sempat tertunda karena ada rapat, tetapi penjaganya sudah saya minta bersiap agar nanti kita datang bersama ke kantor polisi,” jelasnya.

Selain melaporkan kejadian tersebut, Dinas Pariwisata juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah.

Menurut Nina, pembangunan sarana wisata seperti gazebo, WC umum, dan fasilitas pendukung lainnya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan wisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk menjaga aset publik.

“Fasilitas ini dibuat untuk masyarakat. Jadi sudah seharusnya kita semua ikut menjaga dan merawatnya agar tetap bisa digunakan oleh banyak orang,” tutup Nina.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra