TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Bengkulu tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hingga pertengahan Oktober, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu mencatat realisasi penerimaan PBB telah mencapai Rp19,1 miliar. Angka ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) demi menunjang pembangunan.
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, mengungkapkan bahwa tren peningkatan penerimaan pajak daerah, khususnya dari sektor PBB, terus berlanjut sejak awal tahun. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.
“Realisasi PBB tahun ini terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini sudah mencapai Rp19,1 miliar, dan kami optimistis hingga akhir Oktober target bisa tercapai,” ujar Nurlia, Kamis (16/10/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan realisasi ini menjadi dorongan kuat bagi Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus melanjutkan berbagai program pembangunan infrastruktur. Pendapatan dari PBB digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas publik seperti jalan, jembatan, drainase, dan penerangan jalan umum. Dengan demikian, manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Peningkatan penerimaan pajak menjadi angin segar bagi pembangunan di Kota Bengkulu. Kita berharap pemerataan pembangunan semakin terasa dan masyarakat semakin sejahtera,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nurlia mengimbau masyarakat agar segera membayar PBB sebelum jatuh tempo pada 31 Oktober 2025. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah. “Kami minta masyarakat yang sudah menerima SPPT dari Ketua RT segera melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo,” ujarnya.
Untuk mempermudah proses pembayaran, Bapenda telah menyediakan berbagai sarana dan inovasi layanan. Salah satunya adalah pembukaan loket pembayaran di kantor camat di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Selebar, Kampung Melayu, Gading Cempaka, dan Teluk Segara.
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga menghadirkan layanan digital aplikasi PADEK (Pajak Daerah Elektronik Kota Bengkulu) yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran pajak dari rumah. Melalui aplikasi ini, warga dapat membayar tidak hanya PBB, tetapi juga pajak restoran, hiburan, dan jenis pajak daerah lainnya. Pembayaran juga bisa dilakukan melalui sejumlah bank yang telah bekerja sama dengan Bapenda.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya peran pajak daerah sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.
“Kenapa saya sering mengingatkan soal ini? Karena kita ingin terus membangun. Jalan, drainase, lampu jalan—semuanya butuh dana. Nah, dana itu berasal dari pajak seperti PBB. Jadi tolong bantu pemerintah dengan membayar pajak tepat waktu. Insya Allah, kalau semua berpartisipasi, pembangunan akan semakin merata,” ujar Dedy.
Dengan capaian sementara yang sudah mendekati target dan dukungan masyarakat yang terus meningkat, Pemkot Bengkulu optimistis realisasi PBB tahun 2025 dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Peningkatan pendapatan daerah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi saputra