Skip to main content

Relokasi Pedagang KZ Abidin I Sukses, Jalan Kini Bebas Macet

Relokasi Pedagang KZ Abidin I Sukses, Jalan Kini Bebas Macet

TEROPONGPUNLIK.CO.ID  <<>>  Relokasi pedagang kuliner yang sebelumnya memenuhi badan Jalan KZ Abidin I kini membawa perubahan signifikan bagi wajah pusat Kota Bengkulu. Kawasan yang dulunya dikenal padat dan kerap memicu kemacetan, terutama saat akhir pekan, kini tampak lebih tertata dan nyaman dilalui kendaraan.

Salah satu pedagang yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut adalah Sudarmaji (43). Penjual bakso dan mie ayam itu sebelumnya berjualan di pinggir Jalan KZ Abidin I. Ia mengakui, aktivitas berdagang di bahu jalan memang berisiko mengganggu ketertiban dan arus lalu lintas.

Kini, Sudarmaji telah direlokasi ke area awning Pasar Tradisional Modern (PTM) yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Ia mengaku bersyukur karena akhirnya mendapatkan tempat berjualan yang lebih layak dan tertata.

“Dulu saya jualan di pinggir jalan. Saya sadar itu memang kurang tepat. Tapi kami juga butuh tempat untuk mencari nafkah. Sekarang pemerintah sudah menyiapkan lokasi yang resmi dan lebih nyaman. Tentu kami sangat berterima kasih,” ujar Sudarmaji.

Ia menilai langkah yang diambil Pemerintah Kota Bengkulu merupakan solusi nyata bagi para pedagang kecil. Menurutnya, relokasi ini bukan sekadar penertiban, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah agar pelaku usaha mikro tetap bisa berjualan tanpa melanggar aturan.

Dengan menempati lokasi baru di area awning PTM, Sudarmaji merasa lebih tenang saat berjualan. Selain tidak lagi khawatir akan penertiban, pembeli juga lebih leluasa datang tanpa harus berhenti di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai lebih aman baik bagi pedagang maupun konsumen.

Sudarmaji juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, atas kebijakan relokasi tersebut. Ia berharap program penataan kota seperti ini terus dilanjutkan demi kepentingan bersama.

“Kami siap mendukung program pemerintah. Apa pun kebijakan yang bertujuan baik untuk masyarakat, tentu akan kami dukung. Sekarang kami sudah diberi solusi, jadi sudah sepantasnya kami mendukung,” tambahnya.

Penataan pedagang kuliner di sepanjang Jalan KZ Abidin I memang menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengurai kemacetan dan menciptakan tata kota yang lebih tertib. Sebelumnya, ruas jalan tersebut kerap dipadati pedagang kaki lima yang membuka lapak hingga memakan badan jalan.

Sejak diterapkannya sistem satu arah (one way), kondisi lalu lintas di kawasan tersebut semakin tertib. Ruas jalan yang sebelumnya terasa sempit kini tampak lebih luas. Arus kendaraan mengalir lebih lancar, bahkan pada hari Minggu yang biasanya menjadi puncak kepadatan karena aktivitas masyarakat ke pasar.

Sugik (34), warga Kelurahan Pengantungan yang kerap melintas di kawasan itu, mengaku merasakan perubahan yang cukup signifikan. Ia menyebut kemacetan yang dulu hampir selalu terjadi kini sudah jarang terlihat.

“Sekarang jalan sudah tidak macet lagi, terutama hari Minggu. Dulu kalau lewat sini bisa lama sekali karena pedagang banyak di pinggir jalan. Sekarang lebih rapi dan bersih,” ungkapnya.

Menurut Sugik, kebijakan relokasi pedagang ke dalam area PTM membuat pengendara merasa lebih nyaman. Selain itu, penataan tersebut juga memberikan kesan kota yang lebih teratur dan tertib.

Upaya penataan ini dinilai sebagai langkah awal menuju wajah Kota Bengkulu yang lebih modern dan tertib tanpa mengesampingkan kepentingan pelaku usaha kecil. Pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyediakan alternatif lokasi berdagang yang representatif.

Relokasi ke area awning PTM diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan ketertiban umum. Dengan adanya fasilitas yang lebih tertata, pedagang tetap dapat menjalankan usaha, sementara masyarakat mendapatkan akses jalan yang lebih aman dan nyaman.

Perubahan di Jalan KZ Abidin I menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan. Ketertiban kota terjaga, roda ekonomi tetap berjalan, dan masyarakat pun merasakan langsung manfaatnya.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra