TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan program Retret Merah Putih tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026. Meski bertepatan dengan momentum ibadah umat Islam, pelaksanaannya tidak mengurangi esensi kegiatan, justru akan diselaraskan dengan agenda Safari Ramadan yang digelar di seluruh kabupaten dan kota.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa penggabungan dua agenda tersebut bertujuan agar program pemerintah lebih terkoordinasi, efisien, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia menyebut, setiap titik pelaksanaan Safari Ramadan akan dirangkaikan dengan kegiatan Retret Merah Putih, serta diisi dengan penyelenggaraan pasar murah.
“Di setiap lokasi Safari Ramadan, Retret Merah Putih akan ikut digelar. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” kata Herwan saat ditemui seusai kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Kamis (12/2).
Menurut Herwan, Ramadan kerap menjadi periode meningkatnya konsumsi masyarakat yang berimbas pada naiknya harga sejumlah bahan pokok. Karena itu, kehadiran pasar murah diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga sekaligus menekan inflasi di tingkat lokal.
Ia menjelaskan, konsep pasar murah tidak hanya sebatas penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi sarana distribusi yang memperpendek rantai pasok antara produsen dan konsumen. Dengan demikian, harga yang diterima masyarakat bisa lebih rendah dibanding harga pasar pada umumnya.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah. Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan selama Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.
Safari Ramadan sendiri akan dimulai pada 23 Februari 2026 di Masjid Taqwa, Kota Bengkulu. Kegiatan perdana ini menjadi pembuka rangkaian Safari Ramadan yang akan digelar secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu hingga akhir bulan suci.
Selain agenda ibadah seperti salat berjamaah, tausiah, dan silaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat, Safari Ramadan juga akan dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan warga. Pemerintah daerah ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat, termasuk berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi di lapangan.
Terkait pelaksanaan Retret Merah Putih, Herwan menjelaskan bahwa pesertanya berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Bengkulu yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun Cabang Dinas (Cabdin) di masing-masing wilayah.
“Pesertanya adalah ASN Provinsi yang berada di UPT dan Cabdin setempat. Dengan pola ini, koordinasi menjadi lebih mudah dan anggaran bisa ditekan karena tidak perlu mobilisasi besar-besaran,” jelas Herwan.
Ia menambahkan, Retret Merah Putih dirancang sebagai sarana penguatan nilai-nilai kebangsaan, integritas, serta etos kerja bagi aparatur pemerintah. Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan semakin memahami peran strategisnya sebagai pelayan publik, terutama dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut Herwan, penggabungan Retret Merah Putih dengan Safari Ramadan bukan hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga upaya memaksimalkan dampak program pemerintah. Dengan satu kali kegiatan, pemerintah dapat menjangkau dua sasaran sekaligus, yakni peningkatan kualitas aparatur dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Konsep ini kami harapkan bisa memberikan efek ganda. ASN mendapatkan penguatan nilai, sementara masyarakat memperoleh manfaat nyata melalui pasar murah dan kegiatan sosial lainnya,” tuturnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pola integrasi program seperti ini dapat menjadi model dalam pelaksanaan kegiatan daerah. Selain lebih hemat, pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari kebutuhan riil di lapangan.
Dengan sinergi antara Retret Merah Putih, Safari Ramadan, dan pasar murah, Pemprov Bengkulu optimistis mampu menjaga stabilitas sosial dan ekonomi selama Ramadan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra