TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Senyum warga membuncah ketika dua ruas jalan provinsi di Kabupaten Rejang Lebong yang selama ini dikenal penuh lubang dan berlumpur, kini tampil dengan wajah baru. Jalur Air Lang–Desa Apur serta Palak Curup–SP III Karang Baru resmi rampung direkonstruksi, menghadirkan akses transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Bertahun-tahun lamanya warga harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak. Saat musim hujan tiba, genangan air menutup lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara. Tak jarang sepeda motor tergelincir, bahkan kendaraan pengangkut hasil pertanian terpaksa memperlambat laju demi menghindari kerusakan lebih parah. Kini, situasi itu berubah drastis.
Bagi masyarakat setempat, jalan bukan sekadar infrastruktur fisik. Jalur tersebut menjadi nadi penggerak ekonomi desa. Dari sanalah hasil kebun seperti kopi, sayuran, dan komoditas pertanian lainnya diangkut menuju pasar. Jalan itu pula yang menghubungkan antarwilayah, mempermudah akses pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sosial warga.
Kepala Desa Air Lang, Jumari, menyampaikan rasa syukurnya atas pembangunan yang akhirnya terealisasi. Ia mengaku, selama puluhan tahun kondisi jalan tersebut tak pernah mendapat perbaikan menyeluruh. “Baru kali ini dibangun total. Kami sangat bersyukur karena masyarakat sudah lama menantikan perbaikan ini,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Camat Binduriang, Eliyenti. Menurutnya, ruas Palak Curup–SP III Karang Baru memiliki peran vital sebagai jalur utama aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Binduriang dan sekitarnya. Dengan kondisi jalan yang kini mulus, distribusi hasil pertanian diyakini akan lebih cepat dan efisien, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turun langsung meninjau hasil pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah pedesaan dan sentra pertanian.
Ruas Palak Curup–SP III Karang Baru dibangun sepanjang 7,09 kilometer dengan anggaran sebesar Rp19,2 miliar. Sementara itu, ruas Air Lang–Desa Apur yang memiliki panjang 5,45 kilometer direalisasikan dengan anggaran Rp22,5 miliar. Proses pengerjaan dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, sehingga kualitas jalan diharapkan bertahan dalam jangka panjang.
Tak hanya dua ruas tersebut, pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sejumlah jalan lain di berbagai wilayah. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp108,6 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan konektivitas antarwilayah guna membuka akses ekonomi baru dan mempercepat pemerataan pembangunan.
Menurut Gubernur, pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat. Ia memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata, sehingga tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses transportasi.
Dampak positif dari jalan yang lebih baik mulai dirasakan warga. Waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat, biaya perawatan kendaraan berkurang, serta risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat diminimalkan. Para petani pun merasa lebih tenang saat mengangkut hasil panen karena kendaraan tidak lagi terjebak di jalan berlubang atau licin.
Seorang warga Palak Curup mengaku kini bisa menghemat waktu hampir setengah perjalanan dibanding sebelumnya. Jika dulu ia harus berhati-hati dan memperlambat laju kendaraan, sekarang perjalanan terasa lebih lancar dan aman.
Pembangunan jalan ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal. Akses yang semakin mudah diyakini mampu menarik aktivitas perdagangan dan membuka peluang usaha baru di sepanjang jalur tersebut. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kini, jalan mulus bukan lagi sekadar wacana. Ia menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Bagi warga Rejang Lebong, perubahan ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan yang direncanakan dengan baik dapat menghadirkan harapan baru bagi kemajuan desa dan daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra