TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu mengebut pelaksanaan program “Kota Bengkulu Terang Benderang” sepanjang 2026. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), upaya pembenahan sistem penerangan jalan dilakukan secara masif demi menghadirkan suasana kota yang lebih terang, aman, dan tertata rapi, khususnya pada malam hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya memusatkan perhatian pada perawatan total jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU). Menurutnya, banyak lampu LED yang telah beroperasi sekitar lima tahun dan kini memasuki masa akhir garansi, sehingga kualitas cahayanya mulai menurun.
“Tidak sedikit lampu yang masih menyala, tetapi cahayanya sudah redup atau menguning. Ini tentu mengurangi tingkat pencahayaan jalan. Kami ingin memastikan penerangan kembali maksimal dengan mengganti unit-unit tersebut,” ujar Toni, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan, program ini bukan sekadar mengganti lampu yang mati. Dishub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi PJU di berbagai titik. Tim teknis turun langsung melakukan pengecekan intensitas cahaya, kestabilan jaringan, hingga kondisi fisik tiang dan instalasi kabel. Jika ditemukan lampu yang tak lagi optimal, penggantian langsung dijadwalkan.
Langkah tersebut diambil karena pencahayaan jalan memiliki peran vital dalam menunjang keselamatan. Jalan yang terang dinilai mampu meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas sekaligus menekan peluang tindak kriminalitas. Dengan pencahayaan memadai, aktivitas warga pada malam hari pun menjadi lebih nyaman.
Selain fokus pada fungsi penerangan, Dishub juga memperhatikan aspek estetika kota. Sejumlah tiang PJU di kawasan strategis kini mulai dicat ulang agar tampak lebih bersih dan seragam. Kawasan Jalan Kapuas dan Jalan Flamboyan di wilayah Skip menjadi prioritas awal karena merupakan jalur dengan mobilitas tinggi, baik kendaraan maupun pejalan kaki.
Pengecatan ulang ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang menginginkan infrastruktur publik tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga sedap dipandang. Pemerintah kota menilai wajah infrastruktur yang terawat mencerminkan keseriusan dalam membangun pelayanan publik berkualitas.
“Bapak Wali Kota meminta agar fasilitas umum dijaga kerapian dan kebersihannya. Jadi bukan hanya terang, tetapi juga enak dilihat. Ini bagian dari membangun citra kota,” tambah Toni.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Pemkot Bengkulu telah menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar. Dana itu dialokasikan untuk pemasangan sekitar 1.095 unit PJU baru yang akan tersebar di berbagai wilayah sepanjang 2026. Pemasangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kebutuhan lapangan.
Wilayah yang minim penerangan, kawasan permukiman padat, serta jalur rawan kecelakaan menjadi sasaran utama pemasangan unit baru. Dengan penambahan ini, diharapkan tidak ada lagi ruas jalan utama yang gelap saat malam hari.
Program “Kota Bengkulu Terang Benderang” juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas tata kota. Penerangan yang memadai diyakini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil yang beroperasi pada malam hari. Aktivitas perdagangan dan jasa dapat berjalan lebih aman dan lancar ketika kondisi lingkungan terang.
Masyarakat pun diimbau ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun. Dishub berharap warga tidak merusak atau mengambil komponen instalasi PJU, karena hal tersebut akan menghambat pelayanan publik dan menambah beban anggaran perbaikan.
Dengan perawatan intensif, penambahan unit baru, serta pembenahan tampilan infrastruktur, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis wajah kota akan semakin bersinar pada 2026. Tidak hanya menghadirkan keindahan visual di malam hari, program ini juga diharapkan memberi rasa aman yang lebih kuat bagi warga maupun para pendatang yang beraktivitas di Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra