TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kondisi jembatan gantung di Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko, saat ini sangat memperihatinkan dan mengancam keselamatan warga. Jembatan gantung yang selalu dilalui para petani dan nelayan ini sudah sangat tidak layak dan perlu perbaikan secepatnya agar tidak terjadi korban jiwa seperti yang sudah-sudah.
Dari pantauan TEROPONG PUBLIK.CO.ID, jembatan dengan panjang kurang lebih sekitar 50 meter dengan lebar sekitar dua meter ini kondisinya sudah rusak parah. Hal itu, terlihat dari banyak ditemukan lubang menganga di alas jembatan yang terbuat dari kayu tersebut. Bahkan, saat warga melintas jembatan terasa bergoyang cukup kuat.
Warga setempat, Ramon (34) mengatakan, dengan kondisi jembatan gntung saat ini sudah kerap memakan korban. Terutama petani yang hendak ke kebun dan nelayan yang hendak melaut.
"Jembatan gantung ini satu-satunya akses masuk kelahan-lahan pertanian. Ada puluhan hektare kebun kelapa sawit warga. Selain itu jembatan ini juga akses utama bagi nelayan untuk mengeluarkan hasil tangkapannya. Sedangkan kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan dan mengancam jiwa para petani dan para nelayan yng melintas," ujar Ramon.
Dengan ini, dirinya sebagai warga setempat berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kerusakan jembatan gantung di desanya. Minimal untuk sementara melakukan pergantian lantai papan jembatan, demi keselamatan warga petani dan nelayan.
Mengingat kegiatan sentra utama ekonomi warga Desa Pasar Sebelah, termasuk warga dari luar desa tersebut sangat mengandalkan jembatan gantung ini dalam melakukan aktivitas.
"Jika jembatan ini sudah tidak bisa dilewati sangat berdampak pada perekonomian warga, karena ini akses utama bagi petani sawit dan nelayan. Jika pemerintah daerah belum bisa membangun jembatan gantung tahun ini, minimal direhab saja untuk lantai jembatan," harapnya.
Pewarta: Api
Editing: Adi Saputra