TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<< Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Kota Bengkulu terus menjadi daerah dengan kontribusi kemiskinan terbesar di Provinsi Bengkulu. Menurut Beni Ardiansyah, S.IP, hal ini memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota dalam upaya pengentasan kemiskinan. Beni mengungkapkan pandangannya pada Minggu (15/9).
Selama satu dekade terakhir, Kota Bengkulu dipimpin oleh Helmi Hasan, dengan slogan "Religius dan Bahagia Kota Bengkulu Menginspirasi Nusantara". Namun, slogan ini tampaknya belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di kota tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu mencapai 288 ribu jiwa, dan 56 ribu di antaranya, atau sekitar 19%, berada di Kota Bengkulu.
Data ini mencerminkan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah kota belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan. Menurut Beni, hal ini menyangkut keberpihakan pemerintah daerah terhadap rakyatnya.
Selama masa pandemi COVID-19, misalnya, Pemerintah Kota Bengkulu menghabiskan miliaran rupiah untuk membagikan mie instan gratis kepada masyarakat. Namun, Beni menilai program ini lebih sebagai kamuflase keberpihakan karena dana tersebut justru mengalir ke segelintir pengusaha di Jakarta, bukan ke masyarakat lokal.
Beni menekankan bahwa jika pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat, mereka seharusnya bersinergi dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu, seperti membeli cabai dari Kabupaten Rejang Lebong atau ikan dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Sayangnya, dana justru disalurkan keluar provinsi saat masyarakat setempat sangat membutuhkan stimulus ekonomi akibat pandemi.
Beni juga meragukan visi besar Helmi Hasan untuk Kota Bengkulu dan bahkan untuk Provinsi Bengkulu. Meskipun Helmi kini mencalonkan diri sebagai gubernur, Beni menilai bahwa program yang diusung tidak lebih dari janji kosong. Dalam 10 tahun masa kepemimpinannya, Kota Bengkulu tetap masuk dalam daftar tujuh kota termiskin di Indonesia, dengan tingkat kemiskinan mencapai 14,71%.
Beni mengajak masyarakat Bengkulu untuk mempertimbangkan pemimpin yang lebih layak memimpin provinsi ini dalam lima tahun ke depan, mengingat beban berat yang dihadapi Bengkulu dalam mengatasi kemiskinan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra