TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Harapan masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah dan layak semakin terbuka. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kobema mulai memasuki tahap uji produksi dan uji alir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Puar, dengan kapasitas pengolahan mencapai 400 liter per detik.
Program strategis ini diproyeksikan memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Seluma. Kehadiran SPAM Regional Kobema diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar di tiga wilayah tersebut.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyambut dimulainya tahapan pengujian fasilitas tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia menilai, pembangunan SPAM Regional Kobema merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Helmi, penyediaan air bersih harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat membutuhkan pasokan air yang layak untuk keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
“Alhamdulillah, ini merupakan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Kita berharap masyarakat bisa menikmati air bersih yang jernih, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah pergi ke sungai untuk mendapatkan air,” ujar Helmi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menjelaskan bahwa pengembangan SPAM Regional Kobema telah dimulai sejak 2019 melalui Balai Wilayah Sungai VIII.
Proyek tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan pelayanan air minum di tiga daerah yang menjadi sasaran program. Secara keseluruhan, sistem ini memiliki target pelayanan sebanyak 38.014 sambungan rumah (SR).
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, sebanyak 11.361 sambungan rumah telah terpasang. Rinciannya, 3.500 sambungan rumah berada di Kota Bengkulu, 5.500 sambungan rumah di Kabupaten Bengkulu Tengah, dan 2.361 sambungan rumah di Kabupaten Seluma.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan distribusi air bersih kepada masyarakat. Meski demikian, target pelayanan secara keseluruhan masih membutuhkan pengembangan jaringan dan tahapan lanjutan agar semakin banyak rumah tangga dapat terjangkau.
Dengan kapasitas pengolahan mencapai 400 liter per detik, SPAM Regional Kobema diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan air minum secara lebih terencana. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kapasitas instalasi, tetapi juga pada kesiapan jaringan distribusi dan pengelolaan pelayanan di setiap daerah.
Tejo menegaskan bahwa uji produksi dan uji alir merupakan bagian penting sebelum sistem beroperasi secara optimal. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan proses pengolahan air dan penyalurannya melalui jaringan berjalan sesuai kebutuhan teknis.
Melalui pengujian tersebut, fungsi fasilitas pengolahan serta aliran air dapat dievaluasi sebelum pelayanan dikembangkan secara maksimal. Kesiapan sistem menjadi faktor penting agar air yang diproduksi dapat disalurkan dengan baik kepada masyarakat melalui jaringan sambungan rumah.
Pengujian ini sekaligus menjadi langkah menuju peningkatan pelayanan air minum regional. Pemerintah diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi agar pengembangan infrastruktur berjalan seiring dengan perluasan jaringan dan kesiapan pengelola layanan di masing-masing wilayah.
Dimulainya pengujian SPAM Regional Kobema mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Yanti, warga Lubuk Puar, mengaku senang dengan perkembangan pembangunan fasilitas penyediaan air bersih tersebut.
Ia berharap keberadaan instalasi itu dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Sangat bagus, kinerja Pak Helmi luar biasa. Kami masyarakat sangat berterima kasih,” ungkap Yanti.
Bagi masyarakat, akses terhadap air bersih yang memadai merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan kualitas hidup. Karena itu, pengoperasian SPAM Regional Kobema diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperbaiki pelayanan air minum secara berkelanjutan.
Dengan target 38.014 sambungan rumah dan kapasitas pengolahan 400 liter per detik, SPAM Regional Kobema menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas akses air bersih di Provinsi Bengkulu.
Pemerintah kini diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan teknis berjalan baik, jaringan distribusi terus berkembang, dan pelayanan dapat menjangkau lebih banyak warga di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, serta Seluma.
Keberhasilan program ini nantinya akan diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama semakin mudahnya memperoleh air bersih yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra