TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Suasana subuh di Masjid Nurul Islam, Sabtu (14/2), terasa lebih hidup dari biasanya. Di antara lantunan zikir dan doa, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, hadir menyapa para peserta Retreat Merah Putih Angkatan X yang tengah menjalani pembinaan rohani.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran birokrasi Pemprov Bengkulu itu bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang membawa pesan kuat tentang pentingnya membangun kembali fondasi spiritual sebagai penopang utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
Dalam arahannya, Herwan mengingatkan para peserta agar memanfaatkan momentum retreat dengan sepenuh hati. Ia meminta seluruh peserta untuk menanggalkan sejenak kesibukan kantor maupun persoalan pribadi, dan benar-benar tenggelam dalam proses perbaikan diri.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan setengah hati. Fokus memperbaiki iman dan amal, karena dua hal itulah yang menjadi bekal utama dalam kehidupan,” tegasnya di hadapan peserta.
Menurutnya, kualitas seorang ASN tidak hanya diukur dari kompetensi dan capaian kinerja, tetapi juga dari integritas dan keteguhan moral. Retreat Merah Putih, kata dia, dirancang sebagai ruang refleksi untuk membentuk karakter aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak.
Herwan yang dikenal memiliki latar belakang budaya Rejang itu juga memastikan bahwa program pembinaan spiritual ini tidak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan, gagasan yang diinisiasi oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, akan terus dilanjutkan, termasuk selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah mendatang.
Ia mengungkapkan, berbagai testimoni positif telah diterima dari keluarga peserta, khususnya para istri ASN yang merasakan perubahan signifikan pada diri suami mereka setelah mengikuti retreat.
“Banyak keluarga yang menyampaikan rasa syukur. Mereka melihat perubahan nyata, baik dalam sikap, cara berkomunikasi, hingga kedisiplinan ibadah. Ini menjadi bukti bahwa program ini memberi dampak langsung, bukan hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga,” jelasnya.
Mantan Penjabat Sementara Bupati Rejang Lebong itu menambahkan, setelah seluruh pegawai laki-laki di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu mengikuti program ini secara bertahap, ke depan pihaknya berencana memperluas cakupan dengan melibatkan para istri ASN.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keislaman. Ia menekankan pentingnya meneladani kehidupan Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam dalam membangun rumah tangga yang harmonis, saling mendukung, dan berorientasi pada kebaikan.
“Kita ingin membangun keluarga yang kokoh, yang menjadikan nilai kenabian sebagai pijakan. Jika keluarga kuat, maka kinerja juga akan semakin baik,” ujarnya.
Herwan pun mengingatkan agar seluruh peserta meluruskan niat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menegaskan, segala bentuk perubahan yang diharapkan tidak akan tercapai tanpa keikhlasan dan kesungguhan.
“Niatkan semua semata-mata karena Allah Subhānahu wa Ta‘ālā. Insyaallah, keberkahan akan menyertai setiap langkah yang kita ambil,” katanya penuh harap.
Sementara itu, Retreat Merah Putih Angkatan X yang digelar di Masjid Nurul Islam, Kelurahan Anggut Bawah, diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu. Mereka menjalani rangkaian pembinaan yang mencakup penguatan akidah, peningkatan kualitas ibadah, serta pembinaan karakter.
Kegiatan ini turut didampingi oleh jemaah dari Makassar yang sebelumnya terbentuk melalui Tabligh Akbar di Lampung pada November 2025, bersama pengurus Masjid Nurul Islam setempat. Pendampingan dilakukan secara intensif agar peserta benar-benar memahami materi yang disampaikan dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pendamping kegiatan, Rudi Nurdiansyah, menyampaikan bahwa antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Ia menilai para peserta menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi, mulai dari kajian subuh hingga diskusi kelompok.
“Alhamdulillah, semangat mereka luar biasa. Kami melihat ada keinginan kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Rudi.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memperbaiki diri, Retreat Merah Putih diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam membentuk ASN yang berintegritas, religius, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih humanis. Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis, pembinaan spiritual yang berkelanjutan akan melahirkan aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra