Skip to main content

Sultan Najamudin Perjuangkan Tambahan Kuota KIP Kuliah Bengkulu 2027

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menghadiri penyerahan bantuan KIP Kuliah secara simbolis kepada mahasiswa Universitas Bengkulu dalam rangkaian kuliah umum Green Democracy di Gedung Layanan Terpadu Unib, Rabu (21/10/2026). Sultan mendorong penambahan kuota bantuan pendidikan bagi mahasiswa Bengkulu pada 2027.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin, mendorong perluasan akses bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi mahasiswa di Provinsi Bengkulu. Upaya tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar dapat menempuh pendidikan tinggi.

Komitmen itu disampaikan Sultan saat menghadiri penyerahan bantuan KIP Kuliah secara simbolis kepada mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib), Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Layanan Terpadu Unib tersebut merupakan bagian dari rangkaian kuliah umum bertema Green Democracy.

Sultan menilai, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tidak semestinya ditentukan oleh kemampuan finansial keluarga. Menurutnya, dukungan pembiayaan pendidikan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

Ia menempatkan KIP Kuliah sebagai salah satu instrumen penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi calon mahasiswa berprestasi yang menghadapi kendala biaya.

“Program KIP Kuliah ini merupakan wujud investasi pemerintah yang paling pasti dan paling berdampak dalam upaya meningkatkan jumlah mahasiswa unggul di Indonesia,” ujar Sultan.

Sebagai putra daerah Bengkulu, Sultan menegaskan akan terus mendorong agar manfaat program bantuan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa di daerah tersebut. Ia berharap perjuangan penambahan kuota dapat memberikan peluang yang lebih luas pada 2027.

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima perlu berjalan seiring dengan penyaluran yang tepat sasaran. Dengan demikian, mahasiswa yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan.

Sultan juga mengingatkan para penerima bantuan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh. Dukungan pemerintah, kata dia, perlu dibalas dengan keseriusan dalam menjalani perkuliahan, menjaga kedisiplinan, serta berupaya mencapai hasil akademik yang baik.

Ia berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah mampu menyelesaikan pendidikan sesuai target dan mengembangkan kompetensi yang bermanfaat bagi masyarakat. Lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengapresiasi perhatian Sultan terhadap perluasan akses pendidikan tinggi. Ia menilai keberadaan KIP Kuliah membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan sekaligus mengurangi beban pembiayaan yang harus ditanggung orang tua.

Pada 2026, Unib memfasilitasi sebanyak 716 mahasiswa penerima KIP Kuliah. Jumlah tersebut melalui proses seleksi berdasarkan jalur penerimaan dan ketentuan yang berlaku.

Indra menjelaskan, pada tahap awal, sebanyak 691 mahasiswa dinyatakan memenuhi kriteria melalui jalur eligible. Setelah terdapat penyesuaian desil kesejahteraan dan proses seleksi melalui jalur usulan masyarakat, jumlah penerima mengalami perubahan.

“Total 716 mahasiswa penerima KIP Kuliah di Unib tahun ini,” jelas Indra.

Perguruan tinggi tersebut juga membantu proses aktivasi rekening BNI bagi mahasiswa penerima. Fasilitas ini mendukung kelancaran penyaluran bantuan, khususnya dana biaya hidup selama mahasiswa menjalani perkuliahan sesuai ketentuan program.

Di balik upaya memperluas penerima bantuan, Unib masih menghadapi kendala dalam proses penetapan mahasiswa yang berhak memperoleh KIP Kuliah. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kesesuaian data kesejahteraan keluarga yang digunakan dalam proses seleksi.

Indra mengungkapkan, terdapat mahasiswa yang menghadapi hambatan karena data kesejahteraan keluarganya tercatat pada desil di atas batas yang dipersyaratkan program.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembaruan dan verifikasi data agar penetapan penerima bantuan sesuai dengan kondisi serta kriteria yang berlaku.

Unib berharap koordinasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak terkait dapat terus diperkuat untuk memperbaiki ketepatan sasaran program. Dengan data yang lebih akurat dan dukungan kuota yang memadai, peluang mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mengakses pendidikan tinggi diharapkan semakin terbuka.

Perjuangan penambahan kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa Bengkulu pun menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan pendidikan. Program ini diharapkan bukan sekadar membantu mahasiswa membiayai studi, melainkan juga mendorong lahirnya generasi muda yang berpengetahuan, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah serta Indonesia.

.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra