Skip to main content

Tercium Aroma Pungli Proyek DAK 2024 Disdikbud Mukomuko

Tercium Aroma Pungli Proyek DAK 2024 Disdikbud Mukomuko

TEROPONGPUBLIK.CO.ID -  Setelah dihebohkan dengan isu pungutan liar (Pungli) terhadap honorer yang lulus PPPK tahap pertama tahun 2024. Kini masyarakat Kabupaten Mukomuko dihebohkan isu dugaan pungli kegiatan DAK Fisik tahun 2024 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko.

Seperti diketahui tahun 2024 Mukomuko menerima DAK fisik bidang pendidikan dengan total Rp 8,6 miliar untuk pembangunan fisik SDN dan SMPN yang ada di Kabupaten Mukomuko. Dengan rincian yang diterima sekolah, Rp 5,5 miliar lebih untuk 5 SD dan Rp 3  miliar lebih untuk 3 SMP.

Informasi yang didapat dilapangan, diduga ada pemotongan 11 persen dilakukan pihak sekolah terhadap pihak ketiga atau rekanan pekerja. Besar kemungkinan dugaan pemotongan sebesar 11 persen ini untuk dinas. Seperti pepatah, tidak ada asap kalau tidak ada api ?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Epi Mardiani, S.Pd dengan didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Ramon Hosky, saat dikonfirmasi membantah adanya fee proyek DAK Fisik tahun 2024 untuk dinas. Selama pekerjaan DAK fisik tahun anggaran 2024 berlangsung, pihaknya tidak pernah sama sekali meminta pada pihak sekolah.

"Itu tidak benar, kami tidak pernah meminta fee atau memungut kepada sekolah yang mendapatkan kegiatan DAK fisik 2024," ujar Epi Mardiani.

Lebih lanjut Kabid Dikdas, Ramon Hosky juga menegaskan,  bahwa isu yang beredar terkait pemungutan di sekolah yang mendapatkan DAK fisik tahun lalu sama sekali tidak benar. Bahkan pihaknya terus mengingatkan kapada pihak sekolah maupun kepala sekolah untuk tidak melakukan aksi yang berbau pungli.

Termasuk juga dugaan pemotongan 11 persen dilakukan pihak sekolah terhadap rekanan pekerja atau pihak ketiga juga tidak benar.

"Bahkan kami dari dinas terus menekankan pohak sekolah jangan melakukan pemugutan tanpa dasar. Baik itu terkait pembangunan maupun dalam proses penerimaan peserta didik baru," pungkasnya.
Pewarta: Api
Editing: Adi Saputra