Skip to main content

Turnamen Futsal Kapolda Cup VII Resmi Dibuka, Hadirkan 106 Tim Pelajar se-Sumatera

Turnamen Futsal Kapolda Cup VII Resmi Dibuka, Hadirkan 106 Tim Pelajar se-Sumatera

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Turnamen futsal tahunan bertajuk Kapolda Cup VII resmi digelar dan dibuka langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., di Kota Bengkulu. Ajang ini diselenggarakan oleh Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Provinsi Bengkulu dan menjadi agenda rutin yang telah ditunggu-tunggu para pelajar.

Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya turnamen ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan olahraga seperti futsal tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter dan menghindarkan generasi muda dari pengaruh buruk narkoba serta penyalahgunaan teknologi yang tidak bermanfaat.

“Melalui olahraga, anak-anak bisa menyalurkan energi positif, menjalin persaudaraan, dan menjauhkan diri dari kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kami sangat mendukung langkah SANS yang terus konsisten menyelenggarakan Kapolda Cup hingga seri ke-7 ini,” ujar Kapolda.

Peserta Capai 106 Tim

Ketua Umum SANS Provinsi Bengkulu, Dedy Haryadi, menjelaskan bahwa Kapolda Cup tahun ini diikuti oleh 106 tim dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK. Rinciannya, sebanyak 55 tim berasal dari SMA/SMK dan 51 tim dari SMP/MTs.

Menurut Dedy, antusiasme peserta tahun ini meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, tidak hanya dari wilayah Bengkulu, beberapa tim peserta datang dari daerah lain di Sumatera, seperti Musi Rawas (Linggau), Jambi, hingga Pendopo.

“Kalau tahun lalu dari luar daerah hanya ada satu tim, tahun ini meningkat tajam. Dari Linggau saja ada lima tim yang ikut berpartisipasi. Ini membuktikan bahwa Kapolda Cup semakin dikenal luas dan menjadi magnet bagi pelajar di Sumatera,” jelas Dedy.

Ajang Positif untuk Generasi Muda

Lebih lanjut, Dedy menekankan bahwa tujuan utama turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga wadah pembinaan generasi muda. Melalui olahraga futsal, para pelajar diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada gawai (gadget) serta menjauh dari bahaya narkoba.

“Anak-anak saat ini banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Kalau tidak diarahkan, mereka bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Dengan adanya turnamen ini, mereka bisa berkumpul, berkompetisi sehat, dan menyalurkan energi ke arah yang lebih positif,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada tim SMA Negeri 6 Enggano yang turut hadir meski berasal dari daerah terpencil. Menurut Dedy, kehadiran tim dari Enggano membuktikan semangat tinggi pelajar untuk ikut serta dalam kegiatan positif meski menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Turnamen Kapolda Cup VII ini juga menyediakan hadiah total sebesar Rp15 juta untuk masing-masing kategori, baik tingkat SMP maupun SMA. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp250 ribu per tim, kegiatan ini tetap terjangkau namun menghadirkan persaingan yang sengit.

Selain hadiah, para peserta juga berkesempatan mendapatkan pengalaman berharga dalam berkompetisi, memperkuat kerja sama tim, serta menjalin persahabatan antar sekolah bahkan antar daerah.

Tradisi yang Terus Berlanjut

Turnamen futsal Kapolda Cup telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan tahun ini memasuki seri ke-7. Sebenarnya, jika tidak terhenti akibat pandemi Covid-19, event ini sudah memasuki seri ke-8. Namun, dengan kembalinya turnamen tahun ini, panitia optimis penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang akan semakin berkembang.

“Alhamdulillah, tahun ini pesertanya meningkat drastis. Ini menjadi bukti bahwa turnamen ini mendapat tempat di hati para pelajar dan pihak sekolah. Kami berharap kegiatan ini bisa terus menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif bagi pembinaan generasi muda,” ungkap Dedy.

Harapan ke Depan

Kapolda Bengkulu juga menyampaikan harapannya agar turnamen ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menyelenggarakan kegiatan serupa. Ia menekankan bahwa menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan pengaruh negatif harus dilakukan dengan cara-cara kreatif dan bermanfaat.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Kalau kita biarkan mereka terjerumus narkoba, masa depan bangsa ikut terancam. Maka, lewat olahraga seperti ini kita dorong mereka untuk lebih sehat, kuat, dan disiplin,” tegas Kapolda.

Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, Kapolda Cup VII diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet muda berbakat, sekaligus memperkokoh peran olahraga sebagai benteng pertahanan moral generasi muda Bengkulu dan sekitarnya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra