TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan langkah strategis dalam menekan penyebaran HIV dengan memperluas akses skrining dan layanan pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, SK., MM, menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 20 Puskesmas di wilayah Kota Bengkulu telah mampu memberikan layanan skrining HIV bagi masyarakat. Layanan tersebut menjadi garda terdepan dalam mendeteksi secara dini potensi penularan HIV sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Menurutnya, selain Puskesmas, dukungan layanan juga datang dari berbagai fasilitas kesehatan lain seperti rumah sakit dan klinik. Secara keseluruhan terdapat enam rumah sakit milik pemerintah, lima rumah sakit swasta, serta 51 klinik yang ikut berperan aktif dalam pelaksanaan skrining HIV.
Dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas untuk melakukan deteksi dini. Pemerintah berharap ketersediaan layanan ini dapat mendorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
21 Fasilitas Kesehatan Sudah Sediakan Pengobatan HIV
Tidak hanya fokus pada skrining, pemerintah juga memastikan layanan pengobatan HIV tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, saat ini terdapat 21 fasilitas layanan kesehatan yang sudah mampu memberikan pengobatan HIV secara langsung kepada pasien.
Fasilitas tersebut terdiri dari sembilan rumah sakit, tiga klinik, serta sembilan Puskesmas yang telah dilengkapi dengan layanan terapi dan pendampingan bagi pasien HIV. Keberadaan layanan pengobatan ini dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas hidup penderita sekaligus mengendalikan penyebaran virus.
“Dengan tersedianya layanan skrining dan pengobatan yang semakin luas, kami berharap masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal,” ujar Nelli.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik dari sisi fasilitas, tenaga medis, maupun sistem pelayanan yang lebih ramah bagi pasien.
Sejak 2001 Hingga 2026 Tercatat 1.235 Kasus HIV
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, sejak tahun 2001 hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 1.235 kasus HIV telah ditemukan di wilayah Kota Bengkulu.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026 saja, tercatat 32 kasus baru berhasil terdeteksi melalui kegiatan skrining yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.
Nelli menilai bahwa angka penemuan kasus tersebut menunjukkan bahwa upaya deteksi dini berjalan cukup efektif. Hal ini juga tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, lembaga masyarakat, hingga dukungan pemerintah daerah.
Peran Satpol PP Bantu Menjangkau Kelompok Berisiko
Dalam upaya memperkuat penemuan kasus secara lebih luas, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Keterlibatan Satpol PP dinilai membantu menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap penularan HIV. Dengan pendekatan yang lebih aktif di lapangan, proses edukasi dan pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan HIV yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Stigma Masih Menjadi Tantangan Penanganan HIV
Meski layanan kesehatan semakin tersedia, Dinas Kesehatan mengakui bahwa stigma sosial terhadap penderita HIV masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit tersebut.
Banyak penderita yang merasa takut atau khawatir diketahui orang lain ketika ingin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kondisi ini menyebabkan sebagian orang menunda pemeriksaan hingga penyakit telah berada pada tahap lanjut.
“Keterlambatan penanganan sering terjadi karena adanya stigma yang masih dirasakan oleh penderita. Akibatnya mereka enggan memeriksakan diri lebih awal,” jelas Nelli.
Padahal, menurutnya, deteksi sejak dini sangat penting agar pengobatan dapat segera dilakukan sehingga kondisi kesehatan penderita tetap terjaga.
Masyarakat Diajak Lakukan Deteksi Dini
Melalui perluasan layanan skrining dan pengobatan ini, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengajak seluruh masyarakat, terutama kelompok yang memiliki faktor risiko, untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Dengan deteksi yang cepat serta pengobatan yang tepat, penderita HIV tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif. Selain itu, langkah ini juga mampu menekan potensi penularan virus kepada orang lain.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan terus meningkat sehingga program pencegahan dan pengendalian HIV dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra