Skip to main content

Wakil Bupati Buka Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat SD se-Bengkulu Tengah

Wakil Bupati Buka Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat SD se-Bengkulu Tengah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, S.Sos, secara resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Bukit Kandis pada Rabu, 11 Juni 2025, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Dalam sambutannya, Wabup Tarmizi mengapresiasi pelaksanaan festival ini sebagai upaya penting dalam pelestarian bahasa daerah sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu dikenalkan dan diajak mencintai bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang harus dijaga dan diwariskan.

"Kita tidak boleh membiarkan bahasa daerah kita hilang ditelan zaman. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, anak-anak kita diberi ruang untuk mengenal, memahami, dan menggunakan bahasa daerah dalam bentuk yang menyenangkan dan edukatif," ujar Tarmizi.

Festival ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., yang menyampaikan bahwa FTBI merupakan program strategis dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini bertujuan menghidupkan kembali penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

“Bahasa daerah merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa. Jika tidak dilestarikan, maka dalam beberapa dekade ke depan, bisa saja bahasa-bahasa daerah kita punah. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat relevan untuk membentuk kesadaran sejak dini tentang pentingnya merawat bahasa ibu,” ujar Andriana.

Selain itu, hadir pula Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Gunawan R, S.E., M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., para kepala sekolah, guru, serta tamu undangan lainnya.

FTBI Bengkulu Tengah tahun 2025 ini menjadi penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Ajang ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai sekolah dasar di wilayah Bengkulu Tengah. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang telah disiapkan panitia, di antaranya mendongeng, pidato, membaca puisi, dan senam anak Indonesia.

Para pemenang dari masing-masing cabang lomba nantinya akan mewakili Kabupaten Bengkulu Tengah dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Bengkulu. Dengan demikian, festival ini juga menjadi sarana penjaringan bakat siswa dalam bidang literasi dan kebudayaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendukung program-program yang menguatkan karakter dan jati diri peserta didik melalui pelestarian budaya lokal.

“Kami berharap FTBI ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mencintai dan menjaga warisan budaya daerah melalui bahasa,” ujar Tomi.

Festival ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dari para peserta, yang mendapat sambutan hangat dari seluruh tamu undangan. Antusiasme siswa dan guru terlihat tinggi, mencerminkan semangat yang besar dalam mendukung pelestarian bahasa ibu di tengah arus globalisasi.

Pewarta : Rizon

Editing : Adi Saputra