TEROPONGOUBLIK.CO.ID – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pelepasan ratusan calon jemaah haji asal Provinsi Bengkulu yang digelar di Wisma Haji Kota Bengkulu, Senin (27/4/2026). Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, secara resmi memberangkatkan 387 jemaah yang tergabung dalam Kloter 4 Padang atau Kloter 3 Bengkulu.
Ratusan jemaah yang berasal dari Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan tampak didampingi keluarga yang mengantar hingga titik keberangkatan. Tangis haru, doa, serta harapan mengiringi langkah para tamu Allah yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Dalam rombongan tersebut, perhatian publik tertuju pada kehadiran Dedy Wahyudi yang turut menjadi bagian dari jemaah haji tahun ini. Orang nomor satu di Kota Bengkulu itu memilih berangkat bersama jemaah lain tanpa memanfaatkan fasilitas khusus yang biasanya melekat pada pejabat.
“Di antara kita ada Wali Kota Bengkulu yang ikut menunaikan ibadah haji. Beliau memilih berbaur bersama jemaah dan tidak menggunakan jalur khusus,” ujar Mian dalam sambutannya di hadapan para jemaah.
Keputusan tersebut mendapat apresiasi karena dinilai mencerminkan kesederhanaan serta semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah. Tidak sedikit jemaah yang merasa termotivasi melihat sikap tersebut, yang dianggap sebagai teladan dalam menjunjung nilai kesetaraan di hadapan Tuhan.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental dan hati yang bersih. Ia mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga niat dan menghindari sifat-sifat negatif seperti riya, sombong, maupun takabur.
Menurutnya, setiap jemaah yang berangkat telah mendapatkan panggilan istimewa dari Allah SWT. Oleh karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan secara maksimal.
“Ibadah haji adalah panggilan suci. Luruskan niat, fokus pada ibadah, dan jauhi sikap yang dapat mengurangi nilai kesempurnaan haji,” tegasnya.
Selain itu, Mian juga menekankan pentingnya menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa para jemaah tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama daerah dan bangsa Indonesia.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjaga perilaku, menjunjung tinggi etika, serta saling membantu satu sama lain selama menjalani rangkaian ibadah yang cukup panjang dan melelahkan.
Tak kalah penting, aspek kesabaran menjadi sorotan utama dalam pesan yang disampaikan. Menurut Mian, ibadah haji identik dengan berbagai ujian, mulai dari kondisi cuaca ekstrem, kepadatan jemaah, hingga kelelahan fisik.
“Kunci utama dalam menjalankan ibadah haji adalah kesabaran. Hadapi setiap tantangan dengan ikhlas dan tetap berpegang pada nilai-nilai keimanan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar.
Prosesi pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Para keluarga yang hadir tampak tak kuasa menahan haru saat melepas keberangkatan sanak saudara mereka menuju Tanah Suci.
Dengan pelepasan ini, diharapkan seluruh jemaah haji asal Bengkulu dapat menjalankan ibadah dengan baik serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra