TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk lebih taat dan tepat waktu dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, khususnya PBB, sangat penting dalam menopang pembangunan daerah, terlebih sebagian besar pembiayaan pembangunan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PBB ini sangat penting, karena merupakan salah satu sumber utama PAD Kota Bengkulu. Dengan meningkatnya pendapatan dari sektor ini, pembangunan sarana dan prasarana umum dapat lebih mudah diwujudkan,” ujar Dedy Wahyudi dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Ia menegaskan bahwa pajak bukan hanya kewajiban warga negara, melainkan juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan yang merata di seluruh penjuru kota. Dedy menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dana yang cukup besar untuk membangun berbagai fasilitas publik seperti jalan, jembatan, drainase, sekolah, dan rumah sakit.
“Saudaraku, warga Kota Bengkulu. Kita punya banyak rencana membangun kota ini menjadi lebih baik. Jalan-jalan baru, perbaikan drainase, penerangan jalan, dan banyak lagi. Salah satu sumber dananya berasal dari PBB. Maka dari itu, pastikan PBB kita sudah lunas,” imbaunya, sembari menunjukkan stiker tanda lunas PBB tahun 2025 yang sudah ditempel di rumah pribadinya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa membayar PBB bukan semata-mata urusan administratif, namun juga bentuk tanggung jawab sebagai Warga Negara Indonesia yang mendukung keberlangsungan pembangunan di daerah masing-masing.
“Pajak yang dibayar masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan dan pelayanan. Maka, mari bersama-sama kita sukseskan ini dengan mulai dari membayar PBB tepat waktu,” tambahnya.
Inovasi Digital: Bayar Pajak Kini Lebih Mudah
Untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi PADEK (Pajak Daerah Elektronik Kota Bengkulu).
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk membayar berbagai jenis pajak daerah, termasuk PBB, tanpa harus datang langsung ke kantor pajak. Cukup menggunakan ponsel android, warga dapat mengakses aplikasi tersebut kapan pun dan di mana pun.
“Transformasi digital ini merupakan langkah maju dalam sistem pelayanan pajak di Provinsi Bengkulu. Aplikasi PADEK adalah yang pertama dan satu-satunya di wilayah ini. Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak hanya bisa membayar pajak, tetapi juga mencetak sendiri Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB,” jelas Kepala Bapenda Kota Bengkulu, dalam keterangan terpisah.
Kemudahan ini tentu diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, sehingga PAD Kota Bengkulu juga ikut meningkat.
Aplikasi PADEK juga telah terintegrasi dengan beberapa lembaga perbankan yang telah bekerja sama dengan Bapenda Kota Bengkulu. Hal ini semakin mempermudah transaksi pembayaran karena dapat dilakukan melalui berbagai kanal perbankan secara cepat dan aman.
Harapan untuk Masa Depan Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi berharap, dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, khususnya PBB, pembangunan Kota Bengkulu akan berjalan lebih optimal. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat RT/RW, lurah, hingga camat, untuk ikut mengedukasi dan menyosialisasikan pentingnya membayar PBB.
“Kalau masyarakat taat membayar pajak, kita bisa bangun lebih banyak fasilitas publik, dan kesejahteraan warga pun akan meningkat. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan Kota Bengkulu yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta didukung teknologi digital yang terus berkembang, Kota Bengkulu optimistis mampu membangun daerah secara berkelanjutan dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra