TEROPOINGPUBLIK.CO.ID <<>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada anggota DPRD Kota Bengkulu, Syamsu Ihwan, atas kontribusinya sebagai pembina Kelompok Tani (Poktan) Amanah Sejati yang telah sukses memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.
Lahan tidur seluas sekitar seperempat hektare yang berada di kawasan Perumahan Surabaya Permai I, RT 10, Kelurahan Surabaya, itu kini telah berubah menjadi lahan pertanian yang subur dan penuh manfaat bagi masyarakat sekitar. Beragam tanaman kini tumbuh subur di atasnya, mulai dari komoditas buah seperti pisang dan kelapa, tanaman pangan seperti jagung manis, jagung ternak, ubi, hingga aneka sayuran seperti cabai, kacang tanah, terong, pare, kangkung, bayam, timun, dan kacang panjang.
Wali Kota Dedy Wahyudi yang hadir langsung di lokasi menyampaikan rasa bangga dan kagumnya atas kerja nyata warga dan dukungan Syamsu Ihwan dalam mengubah lahan yang semula terbengkalai menjadi lahan pertanian yang memberi nilai ekonomi.
“Saya katakan di sini bahwa beliau (Syamsu Ihwan) adalah orang yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung,” ujar Dedy dengan nada berseloroh yang disambut tawa warga. Ucapan itu, meski dibumbui candaan, mencerminkan penghargaan Dedy terhadap upaya anggota dewan tersebut dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan bantuan alat pertanian modern berupa cultivator untuk warga RT 10.
Cultivator yang diperjuangkan tersebut sangat membantu dalam mengolah tanah dan mempercepat proses budidaya tanaman di lahan tersebut. Dukungan ini memperlihatkan kolaborasi nyata antara legislatif dan masyarakat dalam mendorong kemandirian pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Sementara itu, Ketua RT 10 Perumahan Surabaya Permai I, Maman Surahman, mengungkapkan bahwa ide pemanfaatan lahan tersebut bermula dari kepeduliannya terhadap potensi lahan kosong yang selama ini tidak digunakan secara maksimal.
“Lahan ini sebenarnya sudah 10 tahun tidak dimanfaatkan. Meskipun rutin dibersihkan oleh warga, tetap saja kosong dan tidak menghasilkan apa-apa. Setelah saya dipercaya menjadi Ketua RT, saya punya gagasan untuk menghidupkan lahan ini kembali. Saya ajak warga untuk menanam tanaman yang bisa bermanfaat bagi kebutuhan harian mereka,” ujar Maman.
Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif warga, gagasan tersebut pun disambut antusias. Warga mulai melakukan pengolahan tanah secara mandiri, hingga akhirnya terbentuklah Kelompok Tani Amanah Sejati yang beranggotakan masyarakat sekitar RT 10.
Maman menambahkan bahwa hasil dari pertanian tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagian dijual untuk menambah penghasilan warga. Ia berharap, keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kota Bengkulu untuk mengoptimalkan potensi lahan tidur di wilayah masing-masing.
“Kalau ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin hasilnya bisa membantu meningkatkan ekonomi warga secara nyata. Ini bisa jadi model kemandirian pangan skala kecil,” tambah Maman.
Kesuksesan inisiatif ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara tokoh masyarakat, pemimpin formal, dan dukungan dari pemerintah daerah. Kombinasi ide lokal dan kebijakan yang berpihak pada rakyat terbukti mampu mendorong perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Wali Kota Dedy pun berharap agar keberhasilan Poktan Amanah Sejati bisa direplikasi di tempat lain. Ia menekankan bahwa pemanfaatan lahan tidur adalah salah satu solusi konkret dalam mendukung ketahanan pangan kota dan memberdayakan masyarakat dari bawah.
“Program seperti ini bukan hanya tentang bertani, tapi juga tentang membangun semangat kebersamaan, kemandirian, dan optimisme. Mari kita terus dorong gerakan serupa di lingkungan lain,” pungkas Dedy.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra