TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memberikan apresiasi atas kehadiran tempat tongkrongan modern "Kraving Roaster & Billiard" yang berlokasi di Kecamatan Gading Cempaka. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara re-branding Kraving bersama Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., pada akhir pekan lalu.
Menurut Dedy, hadirnya Kraving Roaster & Billiard sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bengkulu yang tengah menata wajah kota agar semakin menarik bagi wisatawan maupun pelaku usaha. Ia menilai keberadaan tempat nongkrong kekinian tersebut akan menambah daya tarik Bengkulu sebagai kota yang ramah, kreatif, dan penuh warna.
“Kraving ini merupakan salah satu brand lokal yang sudah siap menembus pasar nasional. Pemerintah Kota sendiri saat ini terus menyiapkan infrastruktur, fasilitas publik, serta destinasi hiburan untuk menarik pengunjung dari luar daerah. Kehadiran Kraving jelas memperkuat upaya tersebut,” ujar Dedy.
Ia menambahkan, Kraving tidak hanya sekadar menghadirkan suasana baru dalam dunia kuliner dan hiburan, melainkan juga memberikan dampak positif bagi sektor lain, terutama UMKM lokal dan pariwisata. Terlebih, Kraving menyajikan kopi asli Bengkulu, produk yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas dan berpotensi besar di pasar nasional maupun internasional.
“Ini contoh nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. Ketika brand lokal kita berkembang, maka ekonomi masyarakat ikut terangkat,” tegas Dedy.
Selain kuliner, keberadaan Kraving juga dipandang mampu membuka ruang kreatif bagi generasi muda Bengkulu. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang menghadirkan inovasi serupa, sehingga kota ini kian dikenal sebagai destinasi kuliner, hiburan, dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, CEO Yodan Land Group selaku pengelola Kraving Roaster & Billiard, Yosia Yodan, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang menargetkan Kraving sebagai brand lokal yang siap go nasional. Dengan mengedepankan produk kopi asli Bengkulu, ia yakin Kraving bisa membawa nama daerah ke kancah yang lebih luas.
“Kami ingin Bengkulu tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata alam, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan brand-brand lokal berdaya saing nasional. Kopi adalah salah satu kekuatan kita, dan melalui Kraving, kami berharap bisa memperkenalkannya ke masyarakat lebih luas,” jelas Yosia.
Yosia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekosistem bisnis kreatif. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam dunia usaha, maka semakin cepat pula roda ekonomi daerah bergerak.
“Kami sangat berharap akan muncul lebih banyak lagi pengusaha muda yang berani berinovasi. Dengan begitu, Bengkulu bisa tumbuh menjadi kota yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga menarik untuk dikunjungi,” tambahnya.
Acara re-branding tersebut ditutup dengan kunjungan bersama Wali Kota, Kapolda, dan manajemen Yodan Land Group ke berbagai wahana yang ada di kawasan Kraving. Kehadiran mereka sekaligus menjadi simbol dukungan penuh terhadap tumbuhnya sektor kuliner, hiburan, dan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu.
Dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha, Kraving Roaster & Billiard diharapkan mampu menjadi ikon baru tongkrongan modern sekaligus penggerak ekonomi lokal yang membawa nama Bengkulu ke level nasional.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra