TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menghadiri rapat Rencana Aksi (Renaksi) Pembangunan Daerah Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih, Balai Kota Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Jumat (29/8/2025) ini menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat arah pembangunan Kota Bengkulu ke depan.
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa rapat Renaksi tidak sekadar formalitas atau penyusunan dokumen perencanaan semata, melainkan harus benar-benar berorientasi pada implementasi. Ia menekankan agar setiap perangkat daerah mampu menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Perencanaan yang kita susun hari ini bukan hanya sekadar laporan di atas kertas. Yang lebih penting adalah bagaimana hasilnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dalam pelayanan publik maupun dalam peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi,” ujar Dedy.
Menurutnya, pembangunan daerah saat ini harus dijalankan dengan prinsip berkelanjutan dan berorientasi pada hasil. Pemerintah kota tidak ingin pembangunan hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan penguatan sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menambahkan bahwa penyusunan Renaksi Pembangunan Daerah 2025 merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan setiap program strategis memiliki arah yang jelas. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih terukur, efektif, dan efisien.
“Renaksi ini menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program dan kegiatan. Harapannya, setiap langkah pembangunan dapat memberikan dampak nyata serta selaras dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045,” kata Medy.
Ia menjelaskan bahwa melalui forum ini, pemerintah daerah juga mendorong lahirnya berbagai inovasi dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar mampu menjawab tantangan zaman. Salah satunya adalah bagaimana pemerintah kota bisa memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah dinamika global, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Selain itu, rapat Renaksi juga menjadi wadah diskusi lintas sektor untuk memperkuat koordinasi antarinstansi. Hal ini dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih program serta bisa memaksimalkan penggunaan anggaran.
Dedy menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat, untuk turut berperan dalam mewujudkan Bengkulu yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Visi besar kita adalah menjadikan Kota Bengkulu sebagai kota yang tumbuh dengan pembangunan yang inklusif. Semua pihak harus merasakan manfaat pembangunan, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Dengan dilaksanakannya rapat Renaksi Pembangunan Daerah 2025, Pemerintah Kota Bengkulu berharap arah pembangunan ke depan dapat lebih fokus, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Agenda ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra