TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk selalu hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Pada Senin malam (20/7/2026), Dedy menghadiri kegiatan takziah malam ketiga di rumah duka Almarhum Dody Kurniawan yang berada di Perum Surabaya Permai 3, RT 24 RW 05, Kelurahan Surabaya, Kota Bengkulu.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bengkulu itu tidak dilakukan seorang diri. Ia didampingi para asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rombongan datang sebagai bentuk empati sekaligus memastikan pemerintah hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya saat merayakan kebahagiaan, tetapi juga ketika menghadapi musibah.
Dalam sambutannya di hadapan keluarga dan warga yang hadir, Dedy menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Almarhum Dody Kurniawan. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bengkulu, ia mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa-dosanya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," ujar Dedy.
Menurut Dedy, kegiatan takziah keliling bukanlah program baru. Tradisi tersebut telah lama dijalankan sebagai bagian dari pelayanan sosial Pemerintah Kota Bengkulu kepada masyarakat. Khusus untuk takziah malam ketiga, pelaksanaannya bahkan difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka.
Ia menjelaskan, kehadiran para pejabat dalam kegiatan tersebut memiliki makna penting. Pemerintah ingin memastikan setiap keluarga yang kehilangan anggota keluarganya merasakan perhatian dan dukungan moral dari pemimpin daerah beserta seluruh jajaran pemerintah.
Meski demikian, Dedy mengakui dirinya tidak dapat menghadiri seluruh undangan takziah yang berlangsung setiap malam. Tingginya jumlah warga yang meninggal dunia dalam sehari membuat jadwal kegiatan sering kali bersamaan.
"Dalam satu hari bisa ada tujuh hingga sepuluh warga yang meninggal dunia. Saya biasanya hanya mampu menghadiri dua sampai tiga lokasi setiap malam. Jika saya tidak hadir di tempat lain, bukan berarti tidak peduli. Selalu ada pejabat yang mewakili, baik asisten, kepala OPD, camat maupun lurah," jelasnya.
Ia menegaskan, sistem pembagian tugas tersebut dilakukan agar seluruh keluarga yang sedang berduka tetap memperoleh perhatian dari Pemerintah Kota Bengkulu.
Pada kesempatan itu, Dedy juga menyampaikan kabar yang memberikan harapan bagi keluarga almarhum. Ia memastikan dua anak yang ditinggalkan Almarhum Dody Kurniawan akan menjadi bagian dari Program Gerakan Peduli Yatim (GPY), salah satu program sosial Pemerintah Kota Bengkulu.
Melalui program tersebut, anak-anak yatim mendapatkan pendampingan dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu yang berperan sebagai orang tua asuh. Program ini bertujuan memberikan perhatian, motivasi, serta membantu memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kesejahteraan anak-anak yang kehilangan orang tua.
Dedy mengatakan setiap pejabat di lingkungan Pemkot memiliki tanggung jawab untuk membina anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Bahkan dirinya secara pribadi juga telah memiliki anak asuh melalui program tersebut.
"Insya Allah dua anak almarhum akan menjadi anak asuh pejabat Pemerintah Kota Bengkulu melalui Gerakan Peduli Yatim. Kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan sehingga masa depan mereka tetap terjaga," ungkapnya.
Program Gerakan Peduli Yatim selama ini menjadi salah satu wujud kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua. Selain memberikan bantuan, program ini juga diharapkan mampu membangun rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Kehadiran Wali Kota beserta jajaran pemerintah dalam setiap kegiatan takziah sekaligus memperlihatkan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus membangun pelayanan yang humanis. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga berupaya memperkuat nilai-nilai sosial, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra