TEROPONGPUBLIK.CO.ID<<<>>>> Suasana penuh khidmat mewarnai peresmian Masjid Hertawan Kadim Al-Malik dan Tahfidz An-Nur yang berlokasi di halaman SD Negeri 55 Kota Bengkulu, Jalan Sadang 2, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Senin (8/9/2025). Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, disaksikan para guru, siswa, tokoh masyarakat, dan donatur yang ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah ibadah tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mewujudkan berdirinya masjid di lingkungan sekolah. Ia menilai keberadaan masjid bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol nyata dari dukungan masyarakat terhadap program Pemerintah Kota Bengkulu yang menekankan visi religius dan pembangunan berbasis nilai keimanan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada donatur yang telah tulus membantu berdirinya masjid ini. InsyaAllah keberadaan Masjid Hertawan Kadim Al-Malik dan Tahfidz An-Nur akan membawa keberkahan, bukan hanya untuk anak-anak SDN 55, tetapi juga masyarakat sekitar. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan dapat mewujudkan Kota Bengkulu yang religius,” kata Dedy.
Lebih lanjut, Dedy mengingatkan pentingnya menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan di sekolah. Ia mengimbau agar seluruh sekolah, baik tingkat SD maupun SMP di Kota Bengkulu, semakin memakmurkan masjid dengan membiasakan salat berjamaah, khususnya salat dhuha dan salat zuhur.
“Anak-anak kita perlu dibiasakan sejak dini untuk dekat dengan masjid. Kalau setiap sekolah punya masjid yang aktif, saya yakin generasi kita akan tumbuh dengan akhlak mulia. Salat berjamaah di sekolah juga menjadi sarana pembelajaran spiritual yang melengkapi pendidikan formal mereka,” tegasnya.
Peresmian masjid ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat dan para orang tua siswa. Mereka menilai keberadaan masjid di sekolah merupakan langkah positif untuk mendidik anak-anak agar lebih disiplin dalam beribadah sekaligus menanamkan nilai religius sejak kecil. Beberapa guru juga mengungkapkan rasa syukur karena kini mereka memiliki fasilitas ibadah yang lebih layak dan representatif.
Pembangunan Masjid Hertawan Kadim Al-Malik dan Tahfidz An-Nur sendiri dibiayai dari sumbangan para donatur dan masyarakat yang peduli terhadap kemajuan pendidikan berbasis agama di Kota Bengkulu. Masjid ini nantinya tidak hanya digunakan untuk salat lima waktu, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat kegiatan tahfidz Al-Qur’an serta pembinaan rohani bagi siswa dan warga sekitar.
Dengan hadirnya masjid baru ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap akan lahir lebih banyak sekolah yang memiliki fasilitas serupa. Dedy menekankan bahwa masjid di sekolah bukan hanya sarana ibadah, tetapi juga tempat menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan karakter Islami bagi peserta didik.
Peresmian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan salat berjamaah pertama kali di masjid baru tersebut. Hadirnya Masjid Hertawan Kadim Al-Malik dan Tahfidz An-Nur di SDN 55 Kota Bengkulu diharapkan menjadi contoh nyata sinergi pemerintah, masyarakat, dan donatur dalam membangun fasilitas pendidikan yang bernilai spiritual tinggi.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra