TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memberikan tantangan menarik kepada mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Arsitektur Universitas Bengkulu (UNIB) untuk mendesain sebuah masjid terapung yang direncanakan akan menjadi ikon baru Kota Bengkulu. Tantangan tersebut disampaikannya di hadapan seluruh peserta saat menghadiri kegiatan Dies Natalis ke-8 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UNIB.
Dalam kesempatan itu, Dedy mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tengah merancang pembangunan Masjid Terapung Alam Bengkulu, yang terinspirasi dari keindahan Masjid Terapung Pantai Carocok di Sumatera Barat. Ia berharap kehadiran masjid tersebut tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat Bengkulu.
“Masjid ini harus menjadi ikon baru yang mampu memancarkan keindahan dan kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu. Membangun itu tidak boleh asal-asalan, harus futuristik, bentuknya unik, kekinian, dan tahan lama,” tegas Dedy di hadapan para mahasiswa.
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini akan direalisasikan setelah proses renovasi Mess Pemda Pemprov selesai dan resmi dialihfungsikan menjadi kantor Wali Kota Bengkulu. Ia menegaskan bahwa desain masjid akan dipercayakan kepada mahasiswa Arsitektur UNIB karena yakin dengan kreativitas dan kemampuan generasi muda Bengkulu.
“Saya percaya mahasiswa arsitektur UNIB memiliki potensi besar. Oleh karena itu, saya percayakan kepada kalian untuk mendesain Masjid Terapung Alam Bengkulu. Buatlah karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai filosofi dan spiritual yang kuat,” ujarnya dengan semangat.
Rencana pembangunan masjid terapung ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bengkulu dalam menciptakan ruang publik yang tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Masjid tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, wisata religi, sekaligus daya tarik ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi pembangunan.
Kegiatan Dies Natalis ke-8 Program Studi Arsitektur UNIB ini mengusung tema “The 8th Dimension: Resilient Urbanism, Designing Sustainable Cities”, yang berfokus pada konsep pembangunan kota berkelanjutan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Zahirman Aidi, Rektor UNIB Indra Cahyadinara, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Agustin Narkani, serta jajaran dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik UNIB.
Dalam kesempatan itu, Dedy juga menyempatkan diri meninjau berbagai karya desain mahasiswa arsitektur yang dipamerkan. Ia mengaku terkesan dengan ide-ide segar yang ditampilkan para mahasiswa, sehingga muncul inisiatif untuk melibatkan mereka dalam proyek pembangunan masjid terapung tersebut.
“Desain yang saya lihat luar biasa. Inilah saatnya mahasiswa berkontribusi nyata untuk daerahnya. Mari bersama kita wujudkan masjid terapung yang menjadi kebanggaan warga Bengkulu,” tutup Dedy.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra