TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menentukan arah pembangunan Kota Bengkulu ke depan. Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kalangan akademisi perguruan tinggi menjadi kunci agar perencanaan pembangunan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Dedy Wahyudi saat membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bengkulu Tahun 2025–2045, Perda Nomor 3 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bengkulu Tahun 2025–2029, serta kick off meeting penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bengkulu Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Hidayah I, Kantor Wali Kota Bengkulu, Senin (15/12).
Dalam sambutannya, Dedy menekankan bahwa dokumen perencanaan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan peta jalan pembangunan kota yang harus disusun secara matang. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak, khususnya akademisi yang memiliki kapasitas keilmuan dan kajian ilmiah, sangat dibutuhkan untuk memperkaya substansi perencanaan.
“Perguruan tinggi, mereka yang ahli, perlu dikolaborasikan dengan kita yang ada di pemerintahan. Ini penting agar ke depan Kota Bengkulu benar-benar terarah, mau dibawa ke mana kota ini, sehingga bisa sejajar dengan kota-kota besar lainnya,” ujar Dedy.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penataan kota yang berkelanjutan. Tanpa sinergi dan kesamaan visi, perencanaan yang disusun berpotensi tidak optimal dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dedy juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan kekompakan seluruh unsur, visi besar pembangunan Kota Bengkulu dapat diwujudkan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan ego sektoral dan lebih mengedepankan kerja kolaboratif.
“Saya yakin kalau kita bersama-sama, baik pemerintah, Forkopimda, akademisi, dan seluruh elemen lainnya kompak, tidak ada yang tidak bisa kita capai. Kuncinya adalah fokus bekerja. Kalau ada kemauan, tentu ada jalan,” tambahnya.
Sosialisasi Perda RPJPD dan RPJMD serta kick off meeting RKPD ini menjadi momentum awal untuk menyatukan persepsi dan komitmen seluruh pihak dalam menyusun perencanaan pembangunan Kota Bengkulu yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dedy berharap seluruh masukan yang disampaikan dalam forum ini dapat menjadi dasar kuat dalam merumuskan program dan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis mampu mewujudkan pembangunan kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing dalam jangka panjang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra