TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dengan melaksanakan salat berjamaah di Masjid Al Furqon bersama warga. Kegiatan tersebut bukan sekadar ibadah rutin, melainkan juga menjadi momen memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Sejak pagi, suasana masjid dipenuhi jamaah yang antusias. Kehadiran wali kota di tengah warga menciptakan nuansa keakraban yang hangat. Ia membaur tanpa sekat, berdialog ringan dengan masyarakat, dan mendengarkan berbagai cerita serta harapan yang disampaikan warga secara langsung.
Usai menunaikan salat berjamaah, agenda berlanjut dengan kunjungan sosial ke kediaman seorang lansia bernama Fatekah, 90 tahun, yang akrab disapa Bibi Jamu. Perempuan sepuh tersebut tinggal di RT 05 RW 01 Kelurahan Kebun Dahri dan hidup dalam kondisi serba terbatas. Selain faktor usia, ia juga tengah berjuang melawan penyakit katarak yang mengganggu penglihatannya.
Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Bibi Jamu belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota. Wali kota menilai, warga dengan kondisi rentan seperti ini harus dipastikan masuk dalam pendataan program bantuan sosial agar tidak terlewat dari intervensi pemerintah.
Sebagai langkah cepat, bantuan Jatah Hidup (Jadup) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu langsung diserahkan kepada Bibi Jamu. Bantuan tersebut diperuntukkan guna membantu kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari bahan pangan hingga keperluan dasar lainnya. Penyerahan dilakukan secara langsung agar memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang bersangkutan.
“Pemerintah harus hadir, terutama bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Tidak boleh ada yang terabaikan,” tegas Dedy di sela kunjungannya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial seperti Baznas menjadi kunci dalam memperluas jangkauan bantuan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Pemerintah Kota Bengkulu akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar data warga kurang mampu selalu diperbarui. Dengan demikian, program bantuan sosial dapat disalurkan tepat sasaran dan memberi dampak nyata.
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang koordinasi lapangan. Camat Ratu Samban, Lurah Kebun Dahri, serta Ketua RT dan RW setempat turut mendampingi wali kota. Kehadiran aparatur wilayah ini penting untuk memastikan proses administrasi dan verifikasi berjalan sesuai ketentuan.
Camat Ratu Samban menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan administrasi terkait kepesertaan bantuan sosial bagi Bibi Jamu. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar proses pendataan dapat dipercepat.
Sementara itu, warga sekitar mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah kota. Mereka menilai langkah wali kota turun langsung ke lapangan menunjukkan komitmen nyata, bukan sekadar laporan di atas meja. Bagi masyarakat, kehadiran pemimpin di lingkungan mereka menjadi suntikan semangat sekaligus bukti kepedulian.
Bibi Jamu sendiri hanya bisa mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Dengan kondisi penglihatan yang mulai kabur akibat katarak, aktivitas sehari-harinya memang semakin terbatas. Bantuan Jadup setidaknya dapat meringankan beban kebutuhan harian yang selama ini dipenuhi dengan susah payah.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah, aparat wilayah, dan lembaga zakat dalam membangun kepedulian sosial. Pendekatan langsung ke masyarakat dinilai efektif untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, terutama bagi warga lanjut usia yang kerap luput dari pendataan digital.
Di akhir kunjungan, Dedy kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat program perlindungan sosial di Kota Bengkulu. Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif melaporkan jika ada warga yang membutuhkan perhatian khusus.
“Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan empati. Dari masjid hingga rumah warga, komitmen itu ditegaskan kembali demi memastikan kesejahteraan dapat dirasakan hingga lapisan paling bawah.
Pewarta : Amg
Editing : adi saputra