TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya regenerasi pendakwah di Kota Bengkulu agar kesinambungan dakwah Islam tetap terjaga dan tidak hanya bertumpu pada kalangan senior. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Safari Subuh Minang di Masjid Al Falah, Kelurahan Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Minggu (12/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dedy mengungkapkan bahwa peran generasi muda sangat vital dalam menjaga eksistensi dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menilai, saat ini perlu adanya dorongan nyata agar para pelajar hingga mahasiswa memiliki keberanian dan kemampuan untuk tampil sebagai dai.
Menurutnya, potensi dai muda di Kota Bengkulu sangat besar, terutama dari kalangan pelajar tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa yang tergabung dalam Remaja Islam Masjid (Risma). Namun, potensi tersebut perlu diarahkan dan difasilitasi secara serius agar dapat berkembang secara optimal.
“Regenerasi ini penting agar dakwah tidak terputus. Kita ingin ada estafet yang berkelanjutan dari generasi ke generasi, sehingga syiar Islam tetap hidup dan berkembang,” ujar Dedy di hadapan jamaah.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Bengkulu berencana membentuk sebuah wadah khusus bernama Ikatan Dai Muda. Organisasi ini nantinya akan menjadi ruang pembinaan sekaligus pengembangan kapasitas bagi para pendakwah muda di daerah tersebut.
Dedy menjelaskan, Ikatan Dai Muda tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan ceramah yang matang, tetapi juga terbuka bagi generasi muda yang memiliki semangat belajar dan berdakwah. Dengan demikian, wadah ini diharapkan mampu menjaring lebih banyak talenta baru dalam bidang dakwah.
Ia juga menetapkan batas usia maksimal 40 tahun bagi anggota Ikatan Dai Muda. Penetapan ini didasarkan pada filosofi usia kematangan Nabi Muhammad saat menerima wahyu pertama.
“Batas usia ini bukan tanpa alasan. Kita mengacu pada usia kematangan Rasulullah saat diangkat menjadi nabi, yaitu 40 tahun. Jadi, fokus kita memang pada generasi muda,” jelasnya.
Dalam suasana yang penuh keakraban, Dedy juga sempat melontarkan candaan terkait batasan usia tersebut, yang disambut tawa para jamaah. Ia menegaskan bahwa para ustaz senior tetap memiliki peran penting, namun pembinaan dai muda harus menjadi prioritas ke depan.
Untuk merealisasikan program ini, Dedy menunjuk Adinda Afan sebagai koordinator yang bertugas menghimpun dan mengorganisir para dai muda di Kota Bengkulu. Ia berharap proses pembentukan organisasi ini dapat berjalan cepat dan terstruktur.
Lebih lanjut, Dedy menargetkan saat deklarasi Ikatan Dai Muda nantinya, setidaknya akan ada 100 dai muda dari berbagai latar belakang pendidikan yang siap berkontribusi dalam menyebarkan dakwah Islam di tengah masyarakat.
“Saya ingin saat deklarasi nanti ada minimal 100 dai muda. Mereka berasal dari berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, maupun pemuda umum yang memiliki semangat berdakwah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan alasan penggunaan nama “Dai Muda” dibandingkan “Ustaz Muda”. Menurutnya, istilah dai lebih inklusif dan dapat merangkul semua kalangan tanpa harus terbebani dengan label tertentu.
Dengan terbentuknya Ikatan Dai Muda, Pemerintah Kota Bengkulu berharap akan lahir generasi pendakwah yang mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan pendekatan yang lebih segar, kreatif, dan relevan dengan kondisi kekinian.
Program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di era modern.
Ke depan, Ikatan Dai Muda tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga akan difokuskan pada pelatihan, peningkatan kapasitas, serta kegiatan dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda, Kota Bengkulu optimistis dapat mencetak dai-dai berkualitas yang mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra