TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menggaungkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turun tangan menjaga kebersihan di wilayah masing-masing. Ajakan tersebut disampaikan Dedy saat mengimbau warga agar memanfaatkan waktu akhir pekan untuk bergotong royong membersihkan lingkungan.Menurut Dedy, kegiatan bersih-bersih lingkungan tidak hanya sebatas rutinitas, tetapi juga bentuk nyata rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kota tempat tinggal. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.
“Kota ini milik kita bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya dengan penuh semangat, Sabtu (8/11).
Dedy menyebutkan bahwa semangat gotong royong merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan dan kerja kolektif, kata dia, berbagai permasalahan lingkungan seperti tumpukan sampah, saluran air tersumbat, maupun area kumuh dapat diatasi dengan lebih efektif.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan asri. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga tidak hanya membersihkan lingkungan karena ajakan pemerintah, tetapi menjadikannya kebiasaan yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Budaya gotong royong sudah menjadi identitas bangsa kita sejak dulu. Kami ingin semangat itu terus hidup di tengah masyarakat Bengkulu, terutama dalam menjaga kebersihan kota. Kalau lingkungan kita bersih, otomatis masyarakat juga lebih sehat dan nyaman,” tutur Dedy.
Lebih lanjut, Walikota menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan kebersihan. Ia juga meminta para lurah dan camat agar mengkoordinasikan kegiatan gotong royong secara rutin di wilayah masing-masing.
“Pemerintah akan terus mendukung kegiatan semacam ini. Tapi yang paling penting adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kalau semua ikut berperan, saya yakin Bengkulu bisa menjadi kota yang lebih bersih, indah, dan membanggakan,” tambahnya.
Dedy juga mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan keindahan kota. Lingkungan yang kotor bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penyakit. Karena itu, menjaga kebersihan merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan warga.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta kota, Dedy berharap gerakan gotong royong ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya pada momen tertentu. Ia optimistis bahwa dengan kepedulian kolektif seluruh warga, Bengkulu dapat menjadi contoh kota yang bersih, hijau, dan nyaman di mata penghuninya maupun para pengunjung.
“Kalau kota ini bersih dan indah, kita juga yang menikmati dan bangga menempatinya,” tutup Walikota.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra