TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, meski kondisi fisiknya tidak sepenuhnya prima. Senin malam (29/9/2025), ia tetap menghadiri rangkaian acara takziah malam ketiga di empat titik berbeda. Dua di antaranya berada di Kelurahan Sukamerindu.
Kegiatan takziah malam ketiga ini bukan hal baru bagi Dedy. Tradisi ini sudah dijalankannya sejak masih menjabat sebagai Wakil Walikota Bengkulu. Hingga kini, ia tetap konsisten hadir di tengah keluarga berduka sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyerahkan langsung sejumlah dokumen penting kepada ahli waris, di antaranya akta kematian, kartu keluarga (KK) yang telah diperbarui, serta kartu tanda penduduk (KTP) yang sudah menyesuaikan perubahan data. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu wujud pelayanan pemerintah yang cepat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Meskipun tampak lelah dan sesekali terlihat mengantuk, Dedy tetap berusaha memberikan sambutan hangat. Ia mengakui kondisi kesehatannya sedang menurun. Namun, pertemuan dengan warga membuatnya kembali bersemangat.
“Ada yang bertanya kepada saya, takziah hampir setiap malam apa tidak lelah? Saya jawab, kalau secara fisik tentu lelah. Tapi Wallahi, rasa lelah itu hilang seketika begitu saya bertemu dengan warga,” ungkap Dedy.
Ia menambahkan, dalam setiap malam biasanya terdapat enam hingga tujuh titik takziah yang digelar di berbagai kelurahan. Namun, ia hanya mampu menghadiri sekitar empat hingga lima titik saja. Meski begitu, ia selalu berusaha hadir kecuali bila sedang berada di luar kota untuk urusan dinas.
“Kalau pun saya berhalangan hadir karena sedang dinas luar (DL), tentu ada Sekda yang menggantikan. Jika Sekda berhalangan, ada camat, lurah, hingga ketua RT atau RW. Inilah tradisi di Kota Bengkulu. Setiap ada warga yang meninggal, pejabat hadir untuk menyampaikan duka cita. Inilah yang harus terus kita jaga dan rawat,” jelasnya.
Menurut Dedy, keberadaan pejabat di tengah warga yang sedang berduka menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya dibutuhkan pada saat masyarakat merayakan kebahagiaan, tetapi juga ketika berada dalam suasana duka.
“Kehadiran pemerintah itu penting, bukan hanya saat acara gembira atau perayaan. Tapi juga ketika warga mengalami musibah. Inilah bentuk pemerintah yang hadir, yang selalu dekat dengan rakyatnya,” tutur Dedy.
Kegiatan takziah malam ketiga yang dihadiri Walikota Bengkulu ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasa dihargai karena pemerintah tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian secara langsung.
Sejumlah tokoh masyarakat menyebut bahwa tradisi ini perlu dilanjutkan sebagai bagian dari pelayanan publik yang humanis. Kehadiran pejabat, terutama walikota, diyakini dapat memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Meski dalam kondisi lelah, Dedy menutup sambutannya dengan doa untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan. “Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT,” ujarnya.
Dengan komitmen ini, Dedy kembali menegaskan bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar soal jabatan, tetapi juga soal pengabdian dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra