Skip to main content

Warga Kota Bengkulu Diminta Rutin Bersihkan Drainase, DPUPR: Gotong Royong Cegah Banjir

Petugas DPUPR Kota Bengkulu bersama warga melakukan pemeriksaan dan pembersihan saluran drainase di kawasan permukiman sebagai upaya mencegah banjir akibat penyumbatan saat musim hujan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Pemerintah Kota Bengkulu terus mengintensifkan upaya pencegahan banjir dengan mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Warga yang tinggal di kawasan padat penduduk maupun kompleks perumahan diimbau untuk secara rutin melakukan gotong royong membersihkan selokan agar aliran air tetap lancar, terutama saat curah hujan meningkat.

Ajakan tersebut disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bengkulu sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi potensi genangan yang kerap terjadi di sejumlah titik ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Menurut DPUPR, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga fungsi drainase di lingkungan tempat tinggalnya.

Hasil pemantauan petugas di berbagai wilayah menunjukkan masih banyak saluran drainase yang mengalami penyumbatan akibat timbunan sampah rumah tangga, endapan tanah, dedaunan, hingga semak belukar. Kondisi tersebut menghambat aliran air meskipun struktur fisik drainase masih dalam keadaan baik dan layak digunakan.

Kepala DPUPR Kota Bengkulu melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Agus Suhendra Wijaya, mengatakan bahwa penyebab utama munculnya genangan di kawasan permukiman bukan selalu berasal dari meluapnya sungai. Justru, banyak kasus banjir lokal dipicu oleh saluran air lingkungan yang tidak berfungsi akibat tersumbat.

"Untuk menanggulangi banjir tak cukup pemerintah saja, tetapi peran masyarakat sangat dibutuhkan, khususnya di perumahan. Kita minta lakukan upaya mandiri dengan tidak membiarkan aliran drainase tersumbat," ujar Agus, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, kebiasaan membuang sampah sembarangan maupun membiarkan rumput dan semak tumbuh di sekitar drainase menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya penyumbatan. Akibatnya, ketika hujan deras mengguyur, air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya meluap ke jalan maupun halaman rumah warga.

Agus menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan drainase masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mengajak seluruh warga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, kegiatan membersihkan saluran air tidak harus menunggu instruksi pemerintah. Warga dapat melakukannya secara berkala bersama pengurus RT, RW, maupun kelompok masyarakat setempat agar kondisi drainase tetap terpantau.

"Kita harap ada semangat bergotong royong dan mengecek jalur siring. Jika ditemukan sampah bisa langsung dibersihkan. Karena kalau jalur itu tertutup maka air meluap dan pastinya menimbulkan genangan," katanya.

DPUPR juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan banjir akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika musim hujan tiba. Pemeriksaan rutin terhadap saluran air dinilai mampu mengurangi risiko penyumbatan sekaligus memperpanjang umur fungsi drainase.

Meski demikian, pemerintah memastikan tetap hadir membantu masyarakat apabila ditemukan kendala yang tidak dapat ditangani secara mandiri. Misalnya, jika terdapat batang pohon berukuran besar, tumpukan material berat, atau sedimentasi tebal yang menutup aliran drainase, warga diminta segera melapor kepada DPUPR Kota Bengkulu.

Laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan, mengingat luasnya wilayah yang harus dipantau oleh petugas di lapangan.

Agus mengungkapkan, DPUPR telah menyiapkan Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas merespons berbagai persoalan infrastruktur, termasuk penanganan drainase tersumbat dan genangan air. Namun, keterbatasan jumlah personel membuat tim tersebut belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara bersamaan.

"Kita ada tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan, salah satunya banjir. Tetapi karena keterbatasan, kami tidak bisa memantau semua wilayah, sehingga mengharapkan adanya laporan dari masyarakat," pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Bengkulu berharap persoalan banjir yang selama ini kerap muncul saat musim hujan dapat ditekan. Kesadaran menjaga kebersihan drainase dinilai menjadi langkah sederhana, namun memiliki dampak besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas genangan.

Pewarta :  Amg 

Editing : Adi Saputra